Standar Ganda? FIFA Bedakan Sanksi Jarell Quansah dan Folarin Balogun

Standar Ganda? FIFA Bedakan Sanksi Jarell Quansah dan Folarin Balogun
Potret Jarell Quansah yang dapat sanksi FIFA (Instagram: @balogun)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Keputusan Komite Disiplin FIFA dalam ajang Piala Dunia 2026 baru-baru ini menjadi sorotan tajam pengamat sepakbola. Pasalnya, sanksi yang diterima Jarell Quansah dan Folarin Balogun berbeda jauh.

Jarell Quansah menjadi salah satu pemain yang harus menerima kenyataan pahit atas tindakannya di lapangan. Bek Timnas Inggris ini mendapatkan kartu merah saat bertanding melawan Meksiko pada 6 Juli di babak 16 besar.

Dikutip Nismedia.id dari media BBC, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama dua pertandingan kepada Jarell Quansah. Bek Leverkusen dipastikan tidak bisa memperkuat Inggris saat menghadapi Norwegia di babak perempat final nanti.

Sanksi ini juga berpotensi membuat Jarell Quansah absen lebih lama jika Inggris berhasil melaju ke babak semifinal. Keputusan ini diambil setelah pihak FIFA meninjau rekaman insiden yang dianggap melanggar aturan permainan dengan cukup keras.

Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh Folarin Balogun dari Timnas Amerika Serikat. Ia juga menerima kartu merah saat melawan Bosnia-Herzegovina pada 2 Juli ketika babak 32 besar.

FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain selama satu pertandingan kepada Folarin Balogun. Namun, keputusan itu kemudian ditinjau ulang dengan mempertimbangkan berbagai aspek dalam insiden tersebut.

FIFA akhirnya memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut dengan masa percobaan selama satu tahun ke depan. Dengan begitu, Balogun bebas untuk tampil dan memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia di babak selanjutnya.

Perbedaan keputusan ini didasarkan pada jenis pelanggaran dan dampak yang ditimbulkan oleh kedua tindakan tersebut. Pelanggaran Quansah dinilai berisiko tinggi menyebabkan cedera serius pada lawan, sehingga mendapatkan sanksi lebih berat.

Sebaliknya, tindakan Balogun meski tetap melanggar aturan, tidak dianggap memiliki unsur kekerasan yang berlebihan atau niat mencederai lawan. Selain itu, catatan kedisiplinan kedua pemain juga menjadi bahan pertimbangan utama komite.

Pihak FIFA menegaskan bahwa setiap keputusan disiplin selalu dilakukan secara objektif dan berdasarkan bukti yang ada. Aturan disiplin memang memberikan ruang bagi komite untuk menilai setiap kasus secara terpisah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *