
Nismedia.id - Timnas Indonesia baru saja memenangkan laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 melawan Kamboja. Satu hal mencuri perhatian ketika pelatih kepala John Herdman memilih tidak duduk di bench pada awal pertandingan.
Pelatih baru Timnas Indonesia itu justru memilih mengamati jalannya pertandingan dari area tribun stadion. Keputusan ini sempat memicu beragam spekulasi di kalangan pendukung maupun media.
Melalui konferensi pers usai pertandingan Indonesia vs Kamboja, John Herman mengungkap keputusannya merupakan bagian dari pengujian mentalitas dan kemandirian para pemain terutama pemimpin di dalam skuad dalam bekerja sama mengendalikan tempo permainan.
“Saya pikir kami memiliki pemimpin yang luar biasa. Enam orang yang memimpin tim dan mereka tidak membutuhkan pelatih mereka di sana. Dan mereka bisa cetak tiga gol tanpa pelatih di pinggir lapangan,” ujarnya dikutip Nismedia.id dari Instagram @vivagoal.
Selain menguji jiwa kepemimpinan, posisi di tribun juga memberinya perspektif yang berbeda dibandingkan jika berdiri di sisi lapangan. Pandangan dari ketinggian memudahkannya membaca pola pergerakan antar lini serta efektivitas taktik yang telah disiapkan.
“Bagi saya penting untuk melihat pemain di level yang berbeda untuk melihat bagaimana tiga minggu terakhir ini berjalan di bawah sorotan lampu besar dan di hadapan penonton,” tambahnya.
Tidak berada di bench saat pertandingan berlangsung mengingatkan pada kebiasaan Luis Enrique diketahui kerap menyaksikan sebagian pertandingan dari tribun saat masih menangani Paris Saint-Germain (PSG).
Meskipun tidak berada di area teknis, John Herdman tetap berkomunikasi secara berkala dengan asisten pelatih yang mengarahkan tim secara langsung. Ia baru turun ke pinggir lapangan menjelang pertengahan babak pertama.
Kemenangan dengan selisih tiga gol tanpa arahan langsung dari pelatih kepala Timnas Indonesia menjadi bukti awal keberhasilan uji coba tersebut. John Herdman menekankan bahwa hal ini menunjukkan sistem kerja sama dan kepemimpinan yang mulai terbentuk kuat di dalam tim.
“Ini tentang memberikan contoh bahwa ini adalah tim yang penuh dengan pemimpin. Terkadang mereka akan membutuhkan pelatih, dan malam ini bukan salah satunya,” tutupnya.






