
Nismedia.id - Piala Dunia 2026 telah usai bagi Timnas Prancis setelah berakhir di posisi keempat. Meski gagal melangkah ke babak puncak, perjalanan Les Bleus tetap menyisakan kenangan mendalam bagi Kylian Mbappe.
Pesan terbuka yang ditulis dengan gaya menyentuh itu langsung dibagikan di akun resmi miliknya. Ia memulai dengan ucapan terima kasih atas dukungan yang mengalir deras selama satu bulan penuh ajang bergengsi berlangsung.
Bagi kapten Timnas Prancis tersebut, pengalaman ini telah mengantar mereka melampaui segala batas kemampuan yang dimiliki. Ia mengakui ketidakmampuan membawa pulang trofi juara terasa sangat menyakitkan bagi seluruh elemen tim.
“Thank you, sebuah bulan emosi. Mengusir diri kita dari batas kita. Mengusir rasa bangga kita memakai warna Prancis,” tulis Mbappé di awal pesannya.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @k.mbappe, pemain berusia 27 tahun itu menyebut kemenangan individu tidak bisa menutupi kekosongan yang dirasakan tim. Ia pun berterus terang soal perasaan bercampur aduk setelah meraih penghargaan Golden Boot.
“Saya bangga memenangkan Golden Boot, tapi itu akan jauh lebih baik jika ada trofi juga,” lanjutnya.
Menurut andalan Real Madrid, Timnas Prancis mungkin berhak mendapatkan akhir perjalanan yang lebih baik. Namun yang terpenting adalah seberapa besar pengorbanan dan usaha yang telah dicurahkan selama proses berlangsung.
“Kita tidak selalu bisa memilih bagaimana ceritanya berakhir dan kita memberikannya segalanya. Itu adalah sesuatu yang bisa kita banggakan,” imbuhnya.
Pemain andalan Real Madrid ini pun menegaskan penghargaan pencetak gol terbanyak itu bukanlah hasil kerja sendiri. Ia sangat berterima kasih kepada rekan setim yang telah memberikan dukungan lewat lari, umpan, serta semangat persatuan yang tak pernah padam.
“Ini gelar ini milik tim sama seperti saya,” tegas Kylian Mbappe.
Lebih lanjut, ia mengenang perjalanan karirnya di ajang Piala Dunia 2026 yang telah ia ikuti sebanyak tiga kali sejak masih muda. Impian masa kecilnya hanya sekadar tampil di satu edisi, namun kenyataan memberinya kesempatan lebih luas.
“Saya telah bermain dalam tiga, memenangkan satu, dan tahun ini saya memiliki kebanggaan untuk bermain sebagai kapten. Saya tidak akan pernah melupakan itu,” ucapnya penuh haru.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pendukung yang tak pernah berpaling. Dukungan itu terus mengalir bahkan di saat tim sedang mengalami kesulitan besar maupun saat penampilan belum sesuai harapan.
“Kalian tidak pernah meninggalkan kita, bahkan di momen-momen paling sulit, bahkan ketika kita paling tidak layak mendapatkan dukungan dari kalian. Terima kasih untuk segalanya,” tutupnya.






