
Nismedia.id - Timnas Indonesia dipaksa berbagi angka dengan Malaysia dalam laga besar FIFA ASEAN Cup 2026 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga berlangsung sengit sejak awal, meskipun tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari setengah pertandingan.
Di menit-menit awal, Indonesia sempat mencetak gol melalui Justin Hubner pada menit kelima, namun wasit membatalkan gol tersebut setelah pengecekan asisten wasit. Penonton tampak kecewa, namun para pemain tidak kehilangan fokus dan terus menekan pertahanan lawan. Malaysia juga tidak tinggal diam, mereka mencoba membalas dengan serangan balik yang cepat dan berbahaya.
Situasi menjadi semakin sulit bagi Indonesia pada menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah langsung dari wasit akibat pelanggaran yang dinilai keras. Skuad Garuda pun harus melanjutkan sisa pertandingan dengan sepuluh pemain saja. Pelatih John Herdman segera mengatur ulang strategi agar timnya tidak kebobolan dalam situasi yang sulit tersebut.
Pada menit ke-49, A. Aiman dari Malaysia menerima kartu kuning. Kemudian pada menit ke-88, giliran Elkan Baggott yang mendapatkan kartu kuning, diikuti oleh Justin Hubner pada menit ke-90+3 dan L. Corbin-Ong pada menit ke-90+5. Dikutip Nismedia.id dari Instagram @timnasIndonesia, pertandingan berakhir 0-0.
Setelah pertandingan berakhir 0-0, sejumlah suporter di tribun meneriakkan nama Shin Tae-yong (STY), pelatih lama yang mengangkat level skuad Garuda. Teriakan itu terdengar jelas di tengah tekanan yang membayangi Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih asal Inggris tersebut.
Sebelum laga dimulai, John Herdman mengakui bahwa dirinya sedang menghadapi tekanan besar dari para suporter. Ia menjelaskan bahwa saat ini timnas Indonesia sedang menjalani proses bertahap untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik. Ia meminta semua pihak untuk memahami realita yang ada saat ini.
“Suporter harus melihat realita yang ada karena Skuad Garuda masih belum bisa lolos ke Piala Dunia melalui jalur kualifikasi,” ujar Herdman dengan tenang.
Pelatih tersebut meminta kesabaran dari seluruh elemen pendukung agar proses pembinaan yang sedang berjalan dapat berjalan lancar tanpa gangguan berlebihan. Ia percaya bahwa hasil yang diharapkan akan tercapai jika semua pihak bersatu dan sabar.
“Saya terus mengatakan ini, kita harus tetap tenang,” tambahnya.
Ia ingin agar ekspektasi yang tinggi juga disertai dengan pemahaman terhadap perjalanan yang masih panjang. Ia menegaskan bahwa pembangunan sebuah tim yang tangguh tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan memerlukan proses yang konsisten dan berkelanjutan.
“Indonesia, sebagai negara yang selama 36 tahun tidak lolos ke Piala Dunia,” ungkap Herdman mengingatkan kembali sejarah panjang yang sedang dihadapi sepak bola Indonesia.
“Serta tidak pernah mengalahkan AS selama 36 tahun, tentu butuh waktu,” kata John Herdman menegaskan kembali.
Meskipun bermain dengan sepuluh pemain, Indonesia tampil disiplin dan berhasil menahan Malaysia tanpa kebobolan hingga peluit akhir dibunyikan. Performa pertahanan yang tangguh menjadi sorotan utama di tengah tekanan yang harus dihadapi para pemain di lapangan. Hasil ini setidaknya menjaga harapan Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya.
Kini, timnas Indonesia harus segera berbenah untuk menghadapi laga-laga berikutnya di turnamen ini. Dukungan dari para suporter tentu menjadi kunci penting agar para pemain dapat tampil maksimal di sisa pertandingan yang akan datang. Semua pihak berharap ketenangan dan kesatuan dapat terjaga demi kemajuan sepak bola nasional.






