Timnas Esports Indonesia Nomor MLBB Raih Medali Perak Asian Games 2026 Usai Takluk Dari Myanmar

Timnas Esports Indonesia Nomor MLBB Raih Medali Perak Asian Games 2026 Usai Takluk Dari Myanmar
Promo Allegiant

Nismedia.id - Timnas Esports Indonesia nomor Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) harus puas mengamankan medali perak pada ajang Asian Games 2026. Skuad Merah Putih menelan kekalahan telak 0-4 dari Myanmar pada laga pamungkas yang berlangsung di Aichi Sky Hall, Nagoya, Jepang.

Lawan tampil sangat dominan sejak game pertama hingga mampu menyapu bersih kemenangan tanpa memberikan satu poin pun bagi tim Indonesia. Hasil ini memastikan Myanmar berhak memboyong medali emas, sementara Indonesia harus puas finis di urutan kedua.

Dominasi Myanmar Dan Jalannya Laga Timnas Esports Indonesia

Lawan langsung mengambil kendali permainan pada game pertama dengan mengamankan poin eliminasi perdana serta menguasai objektif turtle dan lord. Seperti dikutip nismedia.id dari Liputan6.com, tekanan sengit lawan membuat barisan pertahanan Indonesia kewalahan hingga harus menyerah pada babak pembuka tersebut.

Memasuki game kedua dan ketiga, skuad Merah Putih sebenarnya sempat memberikan perlawanan ketat pada fase early game. Kendati demikian, Myanmar mampu membalikkan keadaan (comeback) setelah mengamankan lord dan mengunci keunggulan poin eliminasi secara berturut-turut.

Perjuangan maksimal pada game keempat juga belum membuahkan hasil manis bagi tim Indonesia yang terus tertekan sejak pertengahan laga. Serangan penentu lawan pada menit ke-14 akhirnya menyudahi perlawanan Indonesia sekaligus memastikan kemenangan bersih bagi tim lawan.

Evaluasi Dan Apresiasi Tim Pelatih Skuad Garuda

Kekalahan telak tanpa meraih satu poin pun pada partai puncak ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi perkembangan divisi esports tanah air. Pelatih Kepala Timnas Mobile Legends Indonesia, Kenny Deo, mengaku sangat kecewa dengan hasil akhir tersebut meski tetap menghargai usaha keras anak asuhnya.

“Aku rasa sangat menyedihkan ya, terutama kami bahkan tidak berhasil mendapatkan satu poin pun. Menurutku pribadi sangat memalukan,” kata Kenny.

Meskipun harus menerima kenyataan pahit di babak final, tim pelatih tetap memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta semangat juang para pemain sepanjang turnamen. Jajaran pelatih dan atlet berkomitmen untuk menjadikan pengalaman ini sebagai modal penting dalam menghadapi berbagai kompetisi internasional mendatang.

“Aku percaya pemain-pemainku sudah melakukan yang terbaik. Jadi, aku tetap bersyukur,” pangkas Kenny.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *