Timnas Korea Selatan Mengulang Piala Dunia 2014, Park Ji-sung: KFA Paling Bertanggung Jawab

Timnas Korea Selatan Mengulang Piala Dunia 2014, Park Ji-sung: KFA Paling Bertanggung Jawab
Potret Timnas Korea Selatan yang gagal lolos ke fase grup Piala Dunia 2026 (Instagram: @thekfa)
Promo Siap Allegiant

Nismedia.id - Legenda Timnas Korea Selatan, Park Ji-sung melontarkan kritik tajam menyusul kegagalan tim nasionalnya lolos ke babak fase grup Piala Dunia 2026. Kegagalan ini seakan membuka lembaran buruk Piala Dunia 2014.

Hasil kekalahan tipis 0-1 dari Afrika Selatan pada laga penentuan babak 32 membuat harapan masyarakat runtuh seketika. Bahkan sang legenda, Park Ji-sung menilai penampilan serta persiapan tim yang dianggap jauh dari standar internasional.

Mantan pemain Man United itu menyebutkan bahwa pola permainan dan pengambilan keputusan tim tidak mengalami kemajuan selama lebih dari satu dekade. Menurutnya, apa yang terjadi di lapangan kini persis sama dengan apa yang dialami tim nasional pada ajang serupa tahun 2014 lalu.

Ketidakmampuan mengubah situasi saat tertinggal gol menjadi salah satu titik lemah yang paling terlihat jelas sepanjang rangkaian kualifikasi. Pemain tampak bingung dan kehilangan pola serangan yang rapi begitu lawan berhasil mencetak angka lebih dulu. 

Dikutip Nismedia.id dari Twitter @kin_da__, Park Ji-sung terlihat kesal hingga tak bisa menahan emosinya saat menjadi komentator di stasiun televisi JTBC. Dirinya menegaskan pihak yang harus memikul tanggung jawab atas kegagalan tersebut adalah federasi. 

“Kami hanya mengulangi kesalahan yang sama dari 2014. KFA paling bertanggung jawab,” ujarnya lugas.

Diketahui, pada Piala Dunia 2014, Timnas Korea Selatan gagal lolos fase grup setelah menempati posisi juru kunci Grup H. Dimana pertandingan pertama imbang lawan Rusia 1-1, selanjutnya kalah 2-4 dari Aljazair dan kalah 0-1 dari Belgia.

Federasi Sepak Bola Korea (KFA) merupakan pihak yang berwenang mengatur seluruh kebijakan untuk Timnas Korsel mulai dari pembinaan usia muda hingga pemilihan pelatih kepala tim utama. Park Ji-sung menganggap struktur organisasi saat ini belum mampu melahirkan sistem yang stabil dan berkelanjutan.

Pihak federasi sendiri belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait kritik keras yang disampaikan oleh salah satu tokoh paling dihormati dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Namun, tekanan publik semakin kuat agar dilakukan evaluasi menyeluruh. 

Kekalahan dari Afrika Selatan dinilai bukan sekadar karena keunggulan lawan, melainkan karena kesalahan teknis dan mental yang berulang dari sisi tim Korea. Para pemain terlihat gugup dan kurang berani mengambil resiko, terutama saat berhadapan dengan pertahanan lawan yang rapat dan terorganisir.

Sejak pensiun dari dunia kompetitif, Park Ji-sung kerap menjadi suara kritis yang mengingatkan pentingnya memperbaiki pondasi sepakbola nasional. Ia berharap kegagalan kali ini tidak berlalu begitu saja tanpa ada pelajaran berharga yang diambil oleh pihak berwenang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *