
Nismedia.id - Klub Serie A Como 1907 menolak melepas gelandang andalan mereka, Martin Baturina meski mendapat tawaran 70 juta euro dari dua klub besar Premier League. Pemain Kroasia 23 tahun ini dipastikan akan tetap membela tim yang baru saja lolos ke UCL.
Martin Baturina dibeli Como dari Dinamo Zagreb pada musim panas lalu dengan biaya yang relatif terjangkau, yakni sekitar 18 juta euro. Kontraknya bersama Como masih berlaku hingga tahun 2030, memberikan jaminan kestabilan bagi kedua belah pihak.
Performa impresif Martin Baturina juga melambungkan namanya ke panggung dunia saat memperkuat Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026. Ia tampil meyakinkan di tengah persaingan ketat dan kerap dibandingkan dengan legenda sepak bola Kroasia, Luka Modrić.
Dikutip Nismedia.id dari Twitter @sachatavolieri, Martin Baturina disebutkan akan bertahan di Como 1907 musim ini. Gelandang Kroasia ini sangat diminati Newcastle dan Aston Villa. Kedua klub Inggris tersebut siap menawarkan hingga 70 juta euro.
Angka 70 juta euro atau setara dengan sekitar 580 miliar rupiah itu bukanlah nilai yang kecil bagi seorang pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer Liga Champions. Namun pihak Como memiliki alasan kuat untuk menolak tawaran tersebut, terlebih pemilik klub memiliki modal besar dan tidak terdesak kebutuhan dana.
Musim lalu, Martin Baturina memainkan peran kunci saat Como finis di peringkat keempat dan berhasil lolos ke kompetisi Eropa tertinggi untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Ia mencetak enam gol dan memberikan tiga umpan gol dari 29 pertandingan yang dilakoni di liga.
Keputusan untuk tetap bertahan di Como juga dinilai langkah cerdas bagi perkembangan karier Baturina sendiri. Di sini ia menjadi pemain inti dan memiliki peran sentral dalam skuad pelatih, sesuatu yang belum tentu ia peroleh jika pindah ke klub besar Inggris.
Martin Baturina sendiri dikabarkan merasa betah di kota Como dan menghargai kepercayaan besar yang diberikan klub kepadanya sejak kedatangannya dari Dinamo Zagreb. Ia sadar bahwa karir tidak bisa dibangun dalam semalam, dan membangun fondasi.
Situasi ini juga menunjukkan perubahan besar yang terjadi di Como 1907 dalam waktu singkat. Dari tim yang berjuang di kasta terendah liga, kini mereka berubah menjadi klub yang berani menolak tawaran ratusan miliar rupiah demi mempertahankan pilar utama.
Kompetisi musim depan di Serie A dan Liga Champions akan menjadi ujian sesungguhnya bagi gelandang muda ini. Dengan lawan-lawan yang lebih tangguh dan jadwal pertandingan yang lebih padat, kemampuan Martin Baturina untuk tampil konsisten akan sangat menentukan sejauh mana Como bisa melangkah di kancah Eropa.
Para pendukung Como kini dapat bernapas lega mengetahui bahwa pewaris Modrić ini tetap berada di rumah mereka. Martin Baturina siap melanjutkan perjalanan menembus batas kemampuannya sendiri, membawa harapan besar sebuah kota kecil di tepi danau menuju kejayaan yang lebih tinggi lagi.






