
Nismedia.id - Trofi Piala Dunia yang menjadi lambang supremasi tertinggi sepak bola kini resmi hadir menyapa para penggemar di Jakarta. Kehadiran piala emas ini merupakan bagian dari agenda global FIFA Trophy Tour menjelang turnamen edisi mendatang. Jakarta menjadi salah satu titik penting dari total 70 lokasi yang disinggahi di seluruh dunia.
Trofi Piala Dunia yang pernah dicium oleh Lionel Messi saat membawa Argentina juara pada 2022 itu dipamerkan di Jakarta Convention Center. Acara yang berlangsung pada Kamis (22/1/2026) ini memberikan kesempatan bagi fans untuk melihat piala tersebut secara langsung. Kedatangan piala bergengsi ini diharapkan dapat memacu semangat perkembangan olahraga di tanah air.
Sambutan Meriah dari Menpora dan Legenda Brasil
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyambut dengan penuh sukacita kedatangan benda bersejarah tersebut di ibu kota. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya kolaboratif yang membawa piala tersebut ke hadapan publik Indonesia. Dikutip nismedia.id dari Bolasport.com, Erick berharap kerja sama lintas sektor dapat terus mendukung pertumbuhan industri sepak bola nasional secara berkelanjutan.
Tidak hanya dihadiri pejabat negara, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran mantan pemain timnas Brasil, Gilberto Silva. Sosok yang kini berusia 49 tahun tersebut memiliki ikatan emosional kuat karena pernah merasakan indahnya mengangkat Trofi Piala Dunia pada edisi 2002 silam. Kehadiran legenda sepak bola dunia itu menambah kemeriahan suasana pameran yang berlokasi di area Senayan tersebut.
Menatap Format Baru Piala Dunia 2026
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turut memberikan sambutan hangat atas dipilihnya Jakarta sebagai destinasi pameran piala tersebut. Momen ini juga menjadi pengingat bagi publik mengenai perubahan besar yang akan terjadi pada turnamen edisi 2026 nanti. Pesta sepak bola empat tahunan tersebut dipastikan akan menggunakan format baru yang jauh lebih besar dan kompetitif.
Jika sebelumnya turnamen hanya diikuti 32 negara, kini kuota peserta diperluas menjadi 48 kontestan dari berbagai benua. Edisi mendatang akan diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Berdasarkan laporan yang dikutip nismedia.id dari Bolasport.com, format ini bertujuan untuk memberikan panggung lebih luas bagi banyak negara untuk bersaing di level dunia.
Sejarah Tuan Rumah di Benua Amerika
Pemilihan tuan rumah kali ini membawa nuansa nostalgia bagi sejarah panjang kompetisi internasional tersebut. Meksiko tercatat sudah dua kali sukses menyelenggarakan ajang ini, tepatnya pada tahun 1970 dan 1986. Sementara itu, Amerika Serikat pernah menjadi saksi sejarah kesuksesan turnamen pada edisi 1994 yang lalu.
Kanada akan mencatatkan sejarah baru sebagai penyelenggara pertama kali untuk ajang sepak bola pria paling bergengsi ini. Melalui kick-off yang semakin dekat, kehadiran piala emas di Jakarta menjadi simbol harapan bagi kemajuan sepak bola global. Para penggemar kini dapat menyaksikan langsung bukti sejarah yang pernah diraih oleh para pemain terbaik dunia sebelum memulai babak baru di Amerika Utara.






