
Kemenangan Persija Jakarta atas Java United FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026-2027 ternyata tidak hanya menyisakan kegembiraan. Di balik skor 1-0 untuk keunggulan Macan Kemayoran, muncul insiden kontroversial yang terjadi di pinggir lapangan oleh Direktur Teknik (Dirtek) Java United, Achmad Resal Octavian.
Momen yang menegangkan antara Achmad Resal Octavian dengan Shin Tae-yong terjadi ketika tensi di lapangan sedang memuncak sepanjang pertandingan berlangsung. Ucapan tersebut seketika memicu perdebatan hangat dan kritik luas dari berbagai kalangan pengamat maupun penggemar sepak bola nasional.
“Kamu di sini pendatang,” kata Direktur Teknik Java United.
Banyak pihak yang menyayangkan sikap tersebut karena dinilai tidak mencerminkan semangat sportivitas dan rasa saling menghormati yang seharusnya terjaga di setiap pertandingan. Terlepas dari seberapa panas situasi di lapangan, bahasa yang digunakan oleh seorang pejabat klub diharapkan tetap menjaga etika dan profesionalisme.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @java.utd, netizen pun ikut bereaksi di kolom komentar akun resmi klub. Tidak sedikit yang kembali ke postingan penunjukkan Achmad Resal Octavian sebagai Direktur Teknik setelah mencari akun pribadinya
“Anjir hilang akunnya,” tulis salah satu pengguna dengan nada terkejut.
“Akunnya kemana bang,” timpal netizen lainnya.
Pertandingan itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh Persija Jakarta dengan skor 1-0 berkat gol tunggal yang dicetak oleh Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13. Kemenangan ini sekaligus menjaga rekor sempurna skuad asuhan Shin Tae-yong yang berhasil menyapu bersih tiga laga awal musim dengan tiga kemenangan berturut-turut.
Shin Tae-yong sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait ucapan yang ditujukan kepadanya. Pelatih asal Korea Selatan itu dikenal memiliki sikap tenang dan profesional dalam menghadapi berbagai situasi di luar lapangan. Fokus utamanya tetap tertuju pada persiapan tim untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya di kompetisi yang semakin berjalan.
Banyak pengamat sepak bola menilai bahwa ucapan tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat klub, terlebih dalam suasana pertandingan resmi. Mereka menegaskan bahwa keberadaan pelatih asing di liga Indonesia adalah bagian dari perkembangan sepak bola nasional yang saling menguntungkan. Semua pihak yang terlibat berhak diperlakukan dengan hormat tanpa memandang asal usulnya.
Sebagian netizen juga menyoroti tindakan menghapus atau menyembunyikan akun pribadi tersebut sebagai tanda bahwa pihak yang bersangkutan menyadari kesalahannya namun enggan untuk mengaku secara terbuka. Sikap ini justru semakin memperburuk citra yang sudah terlanjur negatif di mata masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak manajemen Java United FC maupun Achmad Resal Octavian sendiri terkait kontroversi tersebut. Pihak penyelenggara liga juga belum memberikan keterangan apakah akan ada tindak lanjut atau sanksi yang dijatuhkan menyusul insiden ini.
Perjalanan musim ini masih panjang dan persaingan diprediksi akan semakin ketat di pekan-pekan mendatang. Mari kita jaga suasana tetap kondusif dan sportif demi kemajuan sepak bola Indonesia yang kita cintai bersama. Setiap pihak memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bermartabat.














Tinggalkan komentar