Ungkap Penurunan Performa Red Bull di F1 2026, James Vowles Puji Performa Mercedes dan Ferrari

Ungkap Penurunan Performa Red Bull di F1 2026, James Vowles Puji Performa Mercedes dan Ferrari
Ilustrasi F1 2026 (Instagram: @f1)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Usai rangkaian sesi tes di Sirkuit Internasional Bahrain, James Vowles berikan tanggapan mengenai peta persaingan di papan atas setelah tes pramusim Bahrain. Ia menyampaikan pandangan mendalam terkait dinamika antar tim jelang musim balap F1 2026. 

Menurutnya Red Bull terlihat sangat bagus sayangnya James Vowles menyinggung keunggulan power unitnya di aspek deployment baterai dan mereka mulai sandbagging dengan turunkan banyak performanya. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut kemungkinan terkait strategi jangka panjang jelang perubahan regulasi besar pada musim depan.

“Red Bull terlihat sangat bagus sampai kami membicarakan unit daya mereka. Kemudian mereka banyak menurunkan performanya,” pungkasnya yang dikutip Nismedia.id dari Youtube Formula 1.

Tes pramusim Bahrain 2026 menunjukkan gambaran yang kompleks terkait performa setiap tim. Pada pekan kedua tes, Mercedes menunjukkan dominasi sementara dengan George Russell yang mencatat waktu tercepat 1 menit 33,459 detik. Namun pada hari terakhir, Ferrari menggeser posisi tersebut dengan Charles Leclerc yang mencatatkan waktu 1 menit 31,992 detik.

James mengaku terkesan dengan inovasi-inovasi yang ditampilkan oleh Ferrari selama pramusim dan berpendapat kalau skuad Maranello cukup kompetitif untuk saat ini. Ia menyoroti kemajuan signifikan pada sistem aerodinamis dan pengelolaan energi mesin yang diterapkan oleh tim Italia tersebut. Performa stabil Charles Leclerc dan Lewis Hamilton menjadi bukti nyata dari kesiapan Ferrari.

“Ferrari, selamat telah menghasilkan inovasi-inovasi hebat dan terus maju. Saya pikir mereka kompetitif seperti sekarang ini,” imbuhnya.

James Vowles juga menyoroti Mercedes yang tak bisa diremehkan karena langsung tampil bagus sejak awal dan bertahan di posisi yang sama sepanjang pramusim. Tim dengan warna merah muda tersebut menunjukkan konsistensi tinggi, baik pada sesi pagi maupun sore selama masa uji coba. 

“Mercedes langsung tampil sangat kuat sejak awal. Mereka tetap kuat sepanjang hari jadi, anda tidak bisa meremehkannya,” tegasnya.

Red Bull sendiri mencatat hasil yang cukup memukau meskipun diklaim menurunkan performa. Max Verstappen berhasil berada di posisi tiga besar pada hari terakhir tes dengan waktu 1 menit 33,109 detik. Isack Hadjar sebagai pembalap muda tim tersebut juga menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Kerjasama Red Bull dengan Ford untuk pengembangan power unit baru tahun 2026 menjadi sorotan tersendiri. Kedua perusahaan fokus pada teknologi mesin yang lebih efisien dan berbasis energi terbarukan sesuai dengan regulasi terbaru FIA. Perubahan regulasi tersebut akan membuat power unit menjadi faktor kunci di persaingan musim depan.

Hasil tes pramusim juga menunjukkan persaingan ketat di tengah papan klasemen. Tim seperti McLaren dengan Lando Norris dan Oscar Piastri mampu bersaing ketat dengan tim papan atas. Alpine dan Audi juga menunjukkan potensi dengan pembalap muda yang memberikan kontribusi penting selama sesi tes.

Tim Williams sendiri berada di posisi kelima besar di luar papan atas dengan Carlos Sainz yang mencatat waktu 1 menit 35,113 detik. James Vowles sebelumnya mengakui bahwa keputusan untuk melewatkan tes pribadi di Barcelona bertujuan untuk melindungi strategi upgrade tahun 2026. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah kemajuan jangka panjang dan peningkatan infrastruktur teknis.

Beberapa tim menghadapi kendala teknis selama tes pramusim. Aston Martin kehilangan banyak waktu akibat masalah unit daya dan kecelakaan yang dialami Lance Stroll. Cadillac juga terkendala masalah sensor yang membuat Sergio Perez dan Valtteri Bottas memiliki sedikit putaran berarti.

Hanya saja semua sulit untuk mengetahui data representatif di pramusim karena setiap tim punya permainan sendiri-sendiri di aspek mesin & bahan bakar. Strategi sandbagging atau menyembunyikan performa sebenarnya sering dilakukan oleh tim untuk menghindari tekanan dan mengamankan perkembangan teknis. Hal ini membuat prediksi hasil akhir musim menjadi lebih sulit dilakukan.

Menurut James akan lebih banyak perbedaan dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya. Jadi meskipun Ferrari memimpin di pramusim, menurutnya tak ada jaminan mereka bisa langsung menang pada GP Australia nanti. Formula 1 Qatar Airways Australian Grand Prix 2026 akan dihelat pada tanggal 5-8 Maret di Sirkuit Albert Park, Melbourne, dengan periode pembatasan akses yang telah ditetapkan sejak 23 Februari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *