
Nismedia.id - Timnas sepak bola Korea Selatan berhasil meraih medali emas Asian Games keempat berturut-turut setelah mengalahkan tuan rumah dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung Sabtu lalu. Kemenangan ini sekaligus memberikan pengecualian wajib militer kepada 20 dari 23 pemain dalam skuad, yang sebagian besar terdiri dari pemain U-23.
Di Korea Selatan, semua pria yang sehat jasmani wajib menjalani wajib militer selama 18 hingga 21 bulan sebelum usia 28 tahun, meskipun pemerintah memberikan pengecualian kepada peraih medali emas di Asian Games dan semua peraih medali Olimpiade. Sebagai gantinya, para atlet hanya diwajibkan menyelesaikan pelatihan dasar selama beberapa minggu dan sejumlah jam pelayanan masyarakat.
Kontroversi bermula ketika beberapa pemain terlihat secara terbuka merayakan bukan medali emas yang diraih, melainkan status pengecualian dari wajib militer. Yang Min-hyeok, pemain muda dari Tottenham Hotspur yang sedang dipinjamkan ke klub Belgia Westerlo, dilaporkan menyebutkan bahwa hadiah sebenarnya bukanlah medali tersebut, melainkan pembebasan dari kewajiban militer.
Dikutip Nismedia.id dari media The Athletic, tiga pemain termasuk Yang Min-hyeok dan bek Park Seung-soo, akhirnya mengeluarkan pernyataan permohonan maaf secara resmi. Park Seung-soo sebelumnya sempat memamerkan topi yang menandakan pengecualiannya di media sosial. Kapten tim, Lee Gi-hyuk, juga termasuk dalam ketiga pemain yang meminta maaf.
Dalam sebuah unggahan panjang di akun media sosialnya, Yang Min-hyeok menegaskan bahwa memenangkan medali emas tidak pernah dianggap enteng. Ia mengakui bahwa pengecualian wajib militer adalah salah satu dari motivasi untuk sukses di turnamen tersebut, namun hal itu tidak berarti mereka tidak menghargai kehormatan membela negara.
Fenomena ini bukanlah hal yang baru di Korea Selatan. Pegolf Korea Selatan, Tom Kim, juga memenangkan medali emas di ajang Asian Games 2026 dan mendapatkan pengecualian dari wajib militer. Sementara itu, Son Heung-min, penyerang Los Angeles FC mendapatkan pengecualian serupa setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas Asian Games 2018.
Namun, ketegangan terkait isu ini sempat terlihat jelas selama Piala Dunia musim panas lalu. Para pemain Korea Selatan sempat memboikot tugas media setelah beberapa wartawan tertangkap basah sedang mengejek status wajib militer Son Heung-min melalui mikrofon yang menyala.
Saat itu, Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) segera mengeluarkan pernyataan resmi pada 15 Juni, menjelang pertandingan grup kedua mereka melawan tuan rumah bersama Meksiko. KFA menegaskan bahwa hal itu telah menimbulkan kejutan dan kekecewaan besar bagi seluruh tim.
Kini, dengan permohonan maaf yang telah disampaikan oleh ketiga pemain tersebut, diharapkan perdebatan dapat mereda dan fokus kembali pada prestasi yang telah diraih tim nasional. Medali emas Asian Games tetaplah sebuah pencapaian luar biasa yang patut dibanggakan seluruh rakyat Korea Selatan.






