
Nismedia.id - Wasit Omar Artan mengaku sangat bangga mendapat kepercayaan untuk memimpin laga Piala Super UEFA 2026 antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa. Pertandingan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.
Penunjukan ini menjadi momen kebangkitan bagi sang pengadil lapangan asal Somalia berusia 34 tahun tersebut. Sebelumnya, ia sempat mengalami masa sulit setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat saat hendak bertugas di Piala Dunia 2026.
Pengakuan Wasit Omar Artan Usai Melewati Masa Sulit
Kesempatan berharga ini menjadikannya sebagai pengadil non-Eropa pertama yang dipercaya memimpin duel ajang tersebut. Keputusan penting dari federasi sepak bola Eropa itu dikutip nismedia.id dari Bola.com.
Sebelumnya, otoritas pemerintahan Amerika Serikat memulangkannya saat tiba di Miami akibat persoalan dokumen imigrasi. Meski harus batal memimpin di Piala Dunia 2026, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut federasi tetap memberikan dukungan finansial secara penuh.
“Itu adalah periode yang sangat berat. Namun, saya sangat menghargai dukungan yang saya terima dari seluruh dunia,” ujar Artan.
Momen Kebanggaan Bagi Keluarga Dan Komunitas Somalia
Pria yang tumbuh dalam situasi penuh tantangan di Somalia ini merasa kerja kerasnya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil manis. Kabar penunjukan tersebut disambut gembira oleh keluarga serta komunitas masyarakat Somalia di Eropa.
“Saya beruntung, tetapi saya telah bekerja sangat keras untuk berada di sini dan saya benar-benar bangga,” kata Artan.
“Ada komunitas Somalia yang besar di Eropa dan Austria, dan mereka sangat gembira melihat saya memimpin pertandingan seperti ini,” tuturnya menambahkan.






