
Nismedia.id - Legenda Barcelona, Xavi Hernandez, memberikan pandangan menarik mengenai masa depan mantan mentornya, Pep Guardiola. Xavi Hernandez sebut Pep Guardiola perlu latih tim nasional setelah sang juru taktik resmi menyudahi masa baktinya yang gemilang bersama raksasa Liga Inggris, Manchester City.
Keputusan pamitnya pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut menyisakan spekulasi besar mengenai pelabuhan karier selanjutnya setelah ia menyelesaikan masa istirahat. Xavi meyakini kompetisi internasional menjadi satu-satunya tantangan tersisa yang sepadan dengan kapasitas sang pelatih legendaris.
Alasan Pep Guardiola Perlu Latih Tim Nasional
Keputusan mundur dari kursi kepelatihan Manchester City diambil setelah ia mengukir sejarah luar biasa selama satu dekade penuh dan mempersembahkan 20 trofi bergengsi. Informasi mengenai prediksi masa depan sang pelatih taktik ini dikutip nismedia.id dari Kompas.com.
Mantan kapten Barcelona tersebut menilai dinamika sepak bola antarklub tidak lagi memberikan sensasi tantangan baru bagi sang mentor. Setelah sukses besar menaklukkan kompetisi domestik di Spanyol, Jerman, dan Inggris, panggung dunia dinilai menjadi langkah paling logis.
“Dia jenius dan Anda tidak pernah tahu apa yang akan dilakukan oleh seorang jenius, tetapi jika saya harus mengatakan sesuatu, mungkin dia sedang menunggu kesempatan untuk bergabung dengan tim nasional.”
“Dalam hal klub, dia telah melakukan segalanya, jadi saya pikir tantangan baru baginya adalah tim nasional.”
Peluang Menukari Skuad Three Lions
Ketika berbicara mengenai potensi negara yang akan dilatih, pria kelahiran Terrassa tersebut melihat peluang besar sang mentor untuk merapat ke skuad Three Lions. Kedekatan dengan kultur sepak bola Britania Raya dan pengalamannya memoles deretan bintang lokal menjadi keunggulan tersendiri.
Meskipun menangani tim nasional negara asalnya tergolong rumit, opsi menukangi timnas Inggris dinilai sangat terbuka lebar. Karakter permainan timnas Inggris dirasa cocok dengan filosofi sepak bola modern yang diusung oleh sang arsitek.
“Mengapa tidak? Spanyol sangat sulit tetapi mungkin Inggris.”
“Dia terobsesi secara taktik dan saya banyak belajar darinya dan stafnya. Dia adalah pelatih yang luar biasa, dengan cara dia berbicara kepada para pemain dan meyakinkan mereka tentang apa yang harus mereka lakukan sebagai sebuah tim. Dia adalah legenda sebagai seorang pelatih,” pungkasnya.






