Buntut Kericuhan Suporter Persib, Bojan Hodak Kecewa Berat Usai Tersingkir Di ACL 2

Buntut Kericuhan Suporter Persib, Bojan Hodak Kecewa Berat Usai Tersingkir Di ACL 2
Momen kericuhan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (jabar.tribunnews.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Bojan Hodak kecewa berat usai melihat kericuhan suporter Persib di dalam stadion. Insiden kurang terpuji ini meletus setelah laga leg kedua babak 16 besar ACL 2 melawan tim tamu Ratchaburi. Hasil akhir pertandingan tersebut memastikan langkah skuad Maung Bandung harus terhenti di kompetisi Asia.

Laga yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api itu sebenarnya dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 1-0. Namun, kemenangan itu tidak cukup karena mereka kalah agregat 1-3 dari tim asal Thailand tersebut. Kegagalan melakukan comeback inilah yang memicu sebagian penonton meluapkan kekecewaan hingga terjadi kericuhan suporter Persib di lapangan.

Kekecewaan Terhadap Segelintir Oknum

Bojan Hodak sangat menyayangkan aksi nekat sekelompok kecil pendukung yang turun ke lapangan usai peluit panjang berbunyi. Ia menilai tindakan merusak tersebut sangat merugikan tim yang sudah berjuang keras.

“Tapi ada 100 orang yang merusak itu. Mereka datang untuk kepentingan pribadinya,” ujar Bojan Hodak. Sang pelatih menegaskan bahwa kelompok kecil ini justru meneror semua pihak yang ada di stadion.

Pujian Untuk Mayoritas Bobotoh

Meski kecewa dengan insiden tersebut, pelatih asal Kroasia itu tetap memberikan apresiasi tinggi kepada puluhan ribu penonton lainnya. Dukungan luar biasa sepanjang laga dirasa sangat membantu tim yang sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan di babak pertama.

“Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah,” ucapnya, dikutip nismedia.id dari detik.com. Ia menganggap dukungan mayoritas Bobotoh adalah keuntungan besar saat bermain di kandang sendiri.

Ancaman Sanksi Berat Menanti Klub

Ulah segelintir oknum yang bikin ricuh ini kini menyisakan ancaman masalah baru bagi manajemen. Pihak klub harus bersiap menghadapi potensi hukuman disiplin dari pihak penyelenggara turnamen.

Bojan Hodak sadar betul bahwa insiden ini bisa berujung pada sanksi finansial yang tidak sedikit. “Karena kami bisa saja didenda karena seratus orang atau bahkan itu kurang dari seratus orang,” pungkasnya memikirkan nasib klub di mata AFC.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *