
Nismedia.id - Federasi Sepak Bola Tunisia akhirnya mengambil keputusan penting untuk menyegarkan arah tim nasionalnya. Posisi pelatih kepala yang sebelumnya dipegang oleh Sabri Lamouchi kabarnya bakal digantikan Herve Renard.
Federasi Sepak Bola Tunisia segera melakukan perubahan besar di jajaran kepelatihan Timnas. Keputusan ini diambil setelah hasil buruk yang diperoleh tim nasional dalam ajang Piala Dunia 2026 pada laga pembuka grup F yang digelar 15 Juni kemarin.
Posisi pelatih kepala yang sebelumnya dipegang Sabri Lamouchi dipastikan akan segera berakhir. Penunjukan pengganti sudah masuk tahap akhir dan nama yang dipilih bukanlah sosok asing di kancah sepak bola internasional. Kehadiran pelatih baru diharapkan membawa gaya permainan dan strategi yang lebih segar bagi skuad Tunisia.
Keputusan ini dilatarbelakangi oleh kekalahan telak yang dialami Tunisia pada laga pembuka turnamen tersebut. Tim asuhan Lamouchi harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Timnas Swedia dengan skor mencolok 1-5. Hasil tersebut dinilai menjadi titik balik yang memaksa pihak federasi mengevaluasi seluruh aspek kepemimpinan tim.
Dikutip Nismedia.id dari akun media sosial Instagram @romain.molina, Herve Renard disebut sebagai pengganti yang ditunjuk pihak federasi sebagai nahkoda baru Timnas Tunisia. Meskipun belum diresmikan dirinya menyebut pergantian ini menyangkut urusan pribadi.
“Herve Renard akan menjadi pelatih baru Tunisia kecuali terjadi hal yang tidak terduga. FTF mengusulkan misi komando ini. Entah itu Renard atau bukan, para pemimpin telah menyandera tim nasional untuk Piala Dunia dan memperlakukannya sebagai urusan pribadi mereka,” tulisnya.
Herve Renard dikenal sebagai pelatih yang memiliki rekam jejak impresif, terutama dalam menangani tim-tim Afrika. Ia pernah sukses membawa timnas Pantai Gading dan Maroko meraih prestasi tertinggi di ajang Piala Afrika. Kemampuannya membangun mental juara sering menjadi sorotan utama pengamat sepak bola dunia.
Selain pengalaman di benua Afrika, Renard juga tercatat pernah melatih timnas Arab Saudi dan membawa mereka ke babak gugur Piala Dunia 2018. Ia dikenal mampu mengubah pola permainan tim secara drastis dalam waktu yang relatif singkat. Gaya kepemimpinannya yang tegas namun tetap komunikatif disukai banyak pemain yang pernah ditangani.
Sementara itu, kinerja Sabri Lamouchi dinilai belum mampu memenuhi target yang ditetapkan sejak awal. Dalam beberapa pertandingan terakhir, tim Tunisia kerap terlihat kehilangan kendali dan lemah dalam menghadapi tekanan lawan. Kekalahan dari Swedia menjadi bukti nyata bahwa perubahan arah kepemimpinan dianggap sangat mendesak.
Sosok Herve Renard dinilai memiliki kepekaan yang baik terhadap karakter pemain-pemain asal Afrika. Ia mengerti betul bagaimana mengelola emosi dan kekuatan fisik yang menjadi ciri khas tim-tim dari wilayah tersebut. Keunggulan inilah yang menjadi pertimbangan utama pihak federasi memilihnya.
Namun pergantian pelatih saat turnamen berlangsung seperti ini belum pernah terjadi pada tim nasional. Benarkah langkah ini akan menyelamatkan Tunisia di fase Grup F Piala Dunia 2026? atau malah memperburuk situasi karena proses adaptasi.






