
Nismedia.id - Leicester City dikabarkan bersiap mengambil langkah hukum besar-besaran terhadap Manchester City. The Foxes itu berniat menggugat kerugian mencapai lebih dari 1 miliar Euro atau setara hampir Rp20 triliun yang mereka alami akibat dugaan pelanggaran aturan keuangan yang dilakukan pihak lawan.
Gugatan ini berkaitan erat dengan musim kompetisi 2019-2020. Pada kampanye tersebut, Manchester City pertama kali dikejar oleh tuduhan ketidakberesan dalam pengelolaan keuangan klub. Namun, saat itu mereka tetap diperbolehkan berlaga dan finis di posisi yang memungkinkan mereka tampil di kancah Eropa.
Leicester City sendiri finis di peringkat kelima pada musim itu, hanya tertinggal sedikit dari zona kualifikasi Liga Champions. Kegagalan masuk ke kompetisi elit benua Eropa tersebut diyakini klub membawa dampak finansial yang sangat besar bagi mereka. Potensi pendapatan yang hilang diproyeksikan terus bertambah selama bertahun-tahun.
Dikutip Nismedia.id dari Twitter @Mercado_Ingles, Leicester City menilai bahwa Premier League seharusnya melakukan langkah yang jauh lebih tegas untuk melindungi integritas kompetisi. Mereka merasa kerugian yang diderita bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan dampak nyata yang dirasakan hingga ke struktur pengelolaan klub saat ini.
Pada musim yang dimaksud, Manchester City diketahui menghabiskan lebih dari 200 juta euro untuk mendatangkan pemain-pemain baru. Beberapa nama besar yang direkrut saat itu antara lain Rodri dan Joao Cancelo. Pengeluaran fantastis ini terjadi di tengah adanya dugaan pelanggaran aturan keuangan yang belum terselesaikan.
Keputusan untuk meluncurkan gugatan senilai lebih dari 1 miliar euro ini menunjukkan betapa seriusnya pihak Leicester memandang permasalahan ini. Angka tersebut mencakup kerugian langsung akibat tidak lolos ke Liga Champions, serta kerusakan jangka panjang yang dialami klub dalam hal pendapatan dan nilai pasar.
Leicester menegaskan bahwa mereka bukan satu-satunya klub yang dirugikan oleh situasi ini. Selama ini, kompetisi diakui tidak seimbang ketika satu pihak dapat beroperasi dengan aturan yang berbeda dari klub-klub lain. Integritas liga menjadi pertaruhan terbesar jika hal ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
Premier League sendiri sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana gugatan ini. Namun, isu ini dipastikan akan menjadi salah satu topik terpanas dalam dunia sepak bola internasional dalam waktu dekat. Proses hukum yang berjalan kemungkinan akan memakan waktu lama dan melibatkan banyak pihak.






