
Komite Sepak Bola Profesional Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menyetujui perubahan regulasi kompetisi klub edisi 2026 pada Jumat (24/4/2026). Keputusan krusial ini memastikan tidak ada wakil Indonesia di kasta tertinggi, Liga Champions Asia Elite.
Rapat yang dipimpin Park Ji Sung itu menyepakati penambahan peserta Liga Champions Asia Elite dari 24 menjadi 32 tim. Kompetisi level atas ini juga memberikan syarat mutlak berupa kewajiban penggunaan VAR di divisi teratas liga domestik peserta.
Keputusan Dan Standar Baru AFC
Selain penambahan peserta kasta tertinggi, komite juga memberikan slot baru bagi runner-up AFC Challenge League untuk masuk ke babak pendahuluan AFC Champions League Two. Seperti dikutip nismedia.id dari Skor.id, keputusan ini belum berlaku efektif karena harus diratifikasi oleh Komite Eksekutif AFC.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan standar profesional di seluruh Benua Asia,” tulis pernyataan resmi dalam rilis AFC terkait amandemen aturan pendaftaran tersebut.
Nasib Dua Wakil Merah Putih
Penambahan kuota nyatanya tidak mendatangkan keuntungan bagi tim asal Indonesia. Klub tanah air harus berjuang maksimal menembus kancah Asia karena hanya mendapat jatah berlaga dari jalur kualifikasi.
Secara spesifik, Indonesia hanya memperoleh dua tiket menuju kompetisi level benua musim 2026-2027 dengan rincian format sebagai berikut:
- 1 jatah di ajang AFC Champions League Two (babak pendahuluan).
- 1 jatah di ajang AFC Challenge League (babak pendahuluan).
Dominasi Wakil Thailand Di ASEAN
Jika tim Merah Putih harus bersusah payah dari fase kualifikasi, klub-klub asal Thailand justru mendapat keistimewaan besar di kawasan ASEAN. Mereka diuntungkan secara pembagian jatah usai regulasi baru ini diterapkan.
Negeri Gajah Putih secara otomatis mengirimkan tiga tim langsung ke babak utama Liga Champions Asia Elite tanpa proses seleksi. Selain itu, mereka juga mendapat tambahan satu tempat otomatis untuk berlaga di AFC Champions League Two.














Tinggalkan komentar