
Laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia melawan Iran berakhir imbang tanpa angka di Stadion Sofi, Los Angeles dini hari tadi. Kedua tim tidak ada yang berhasil menembus gawang lawan hingga peluit akhir dibunyikan.
Bagi Belgia yang datang dengan predikat unggulan, hasil ini terasa kurang memuaskan meski mereka menguasai jalannya pertandingan di banyak kesempatan. Sementara itu, timnas Iran justru berbangga karena mampu menahan laju pasukan Les Diables Rouges berkat pertahanan yang sangat disiplin dan rapat.
Alireza Beiravand tampil bak benteng yang tak tertembus sepanjang pertandingan, menepis setiap tembakan yang diarahkan ke gawangnya. Berkat serangkaian penyelamatan sulit yang dilakukan, kiper berpostur tinggi ini resmi ditetapkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan
Dikutip Nismedia.id dari akun resmi Instagram @iran_football_federation, penampilan Beiravand langsung dipuji sebagai salah satu yang terbaik dalam kariernya di ajang internasional. Penghargaan man of match menjadi bukti nyata betapa besar peranannya.
Sejak menit awal, Belgia berusaha menekan lewat gerakan cepat yang dipimpin oleh Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku. Berbagai umpan silang dan tembakan jarak jauh terus dilancarkan guna menguji kewaspadaan barisan belakang Iran.
Kiper berusia 33 tahun itu menunjukkan kemampuan refleks yang sangat cepat saat menepis tembakan keras dari jarak dekat pada menit ke-25. Ia juga mampu membaca arah bola dengan tepat ketika serangan balik Belgia berusaha mengecohnya lewat umpan satu-dua.
Di sisi lain, Iran sesekali melancarkan serangan balik yang cukup berbahaya guna mengancam gawang Thibaut Courtois. Sayangnya, penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Meski demikian, strategi bertahan teratur yang diterapkan pelatih terbayar lunas.
Menjelang paruh kedua, intensitas permainan semakin meningkat namun pola serangan Belgia tidak banyak berubah. Mereka terus mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menemukan celah yang cukup bersih untuk menembus pertahanan rapat lawan.
Alireza Beiravand kembali menjadi pahlawan di menit-menit akhir dengan menepis dua tembakan beruntun dari jarak yang sangat dekat. Penyelamatan itu dilakukan dengan sangat luwes seolah ia tidak terganggu oleh tekanan waktu yang terus berjalan menuju akhir pertandingan.
Dengan hasil 0-0 ini, persaingan di Grup G menjadi semakin terbuka dan menegangkan bagi seluruh peserta yang ada di dalamnya. Timnas Belgia harus segera memperbaiki efektivitas serangan jika ingin lolos dengan mudah ke babak berikutnya.














Tinggalkan komentar