
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, meradang usai timnya dipastikan tersingkir dari babak perempat final Liga Champions 2025/2026. Skuadnya harus menelan kekalahan dramatis 4-3 dari tuan rumah Bayern Munchen di Allianz Arena, Munich.
Arbeloa menyoroti langsung kepemimpinan wasit yang dianggap sangat merugikan tim tamu. Kartu merah yang diterima oleh Eduardo Camavinga pada menit ke-86 dinilai menjadi titik balik kehancuran anak asuhnya.
Kekecewaan Alvaro Arbeloa Terhadap Wasit
Sang pelatih merasa pengadil lapangan, Slavko Vincic, telah merusak jalannya pertandingan yang sebenarnya berlangsung sangat berimbang. Menurutnya, pelanggaran mengulur waktu tidak seharusnya berujung pada kartu kuning kedua. Keterangan ini dikutip nismedia.id dari Kompas.com.
“Apakah perlawanan kami berakhir pada momen kartu merah?” ujar Arbeloa.
“Jelas, Anda tak bisa mengusir pemain untuk sesuatu seperti itu. Wasit tak sadar sang pemain sudah menerima kartu kuning sebelumnya,” tegasnya.
“Ia merusak laga yang sangat-sangat imbang nan indah dan di situlah laga berakhir,” tambahnya.
Kebanggaan Alvaro Arbeloa Pada Skuadnya
Hasil pahit ini memastikan klub asal Spanyol tersebut gagal menambah koleksi trofi Liga Champions menjadi 16 pada musim ini. Meski menyakitkan karena gagal melaju ke semifinal dalam dua musim beruntun, ia tetap mengapresiasi perjuangan keras timnya.
“Kami bermain secara indah. Saya bersimpati kepada para pemain untuk usaha mereka,” jelas sang pelatih.
“Menyakitkan karena Real Madrid tak akan mengangkat trofi ke-16 musim ini tetapi kami kembali ke Madrid dengan bangga karena mereka memberi segalanya,” pungkas Arbeloa.














Tinggalkan komentar