Arda Guler Jadi Korban Bully di Real Madrid, Mentor Buka Suara

Redaksi NIS Media

12 Februari 2026

2
menit
Arda Guler Jadi Korban Bully di Real Madrid, Mentor Buka Suara
Potret Arda Guler. (laman: goal.com)
Promo Siap Allegiant

Kabar kurang sedap menerpa ruang ganti raksasa Spanyol, Real Madrid, terkait perlakuan tidak menyenangkan terhadap salah satu talenta mudanya. Sang mentor, Serhat Pekmeczi, secara mengejutkan mengungkapkan bahwa Arda Guler jadi korban bully oleh rekan setimnya sendiri selama berada di Spanyol.

Isu perundungan ini mencuat justru di tengah performa sang pemain yang mulai menanjak naik di kompetisi domestik maupun Eropa. Meski terlihat harmonis di lapangan, Arda Guler jadi korban bully akibat gesekan ego dari sejumlah pemain yang tidak bisa menerima kehadirannya di skuad utama.

Intimidasi Pemain Senior

Pekmeczi, sosok yang berjasa menemukan bakat Guler untuk Fenerbahce, membeberkan bahwa anak didiknya mengalami masa-masa sulit di balik layar. Ia menyebut ada sekelompok pemain dengan ego tinggi yang melakukan intimidasi terhadap gelandang berusia 20 tahun tersebut.

Tindakan perundungan ini membuat Guler sempat merasa tertekan hingga mempertanyakan nasibnya sendiri. Namun, sang mentor selalu mengingatkan agar pemain yang kini menjadi starter reguler itu untuk tetap bersabar menghadapi dinamika ruang ganti klub sebesar Real Madrid.

Dampak Toksik pada Pelatih

Lebih jauh, situasi ruang ganti yang tidak kondusif ini diklaim membawa dampak yang lebih luas bagi stabilitas tim. Seperti dikutip nismedia.id dari Detik Sport, Pekmeczi mengklaim bahwa atmosfer toksik inilah yang menjadi alasan Xabi Alonso memilih mundur dari kursi kepelatihan Los Blancos.

Tak hanya itu, ia juga menilai bahwa isu perundungan dan ego pemain ini menjadi faktor penghalang bagi pelatih top lainnya. Nama Jurgen Klopp disebut-sebut enggan merapat ke Santiago Bernabeu karena mengetahui kondisi internal tim yang penuh dengan friksi antar pemain.

Tetap Berprestasi di Tengah Tekanan

Meskipun menghadapi tekanan mental yang berat, Guler mampu membuktikan kualitasnya di atas lapangan hijau. Sejak Xabi Alonso mengambil alih tim pada musim panas 2025, Guler sukses mengunci satu tempat di tim utama dan menyingkirkan keraguan publik.

Statistik mencatat kontribusi impresif sang pemain sepanjang musim ini. Ia telah membukukan 3 gol dan 12 assist dari 35 pertandingan yang dilakoninya, membuktikan mentalitas baja meski diterpa isu miring dari rekan setimnya.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait