Aturan Masuk Piala Dunia 2026 Diperketat, AS Cek Media Sosial Suporter

Aturan Masuk Piala Dunia 2026 Diperketat, AS Cek Media Sosial Suporter
Logo FIFA World Cup 2026. (laman: coverbothside.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Gelaran Piala Dunia 2026 tinggal empat bulan lagi, namun sorotan dunia justru tertuju pada kebijakan ketat imigrasi Amerika Serikat. Isu keamanan perbatasan menjadi perbincangan hangat yang membayangi persiapan turnamen sepak bola terbesar ini.

Pemerintah AS dikabarkan bakal menerapkan pemeriksaan wajib terhadap akun media sosial bagi pengunjung yang ingin menyaksikan Piala Dunia 2026 secara langsung. Hal ini memicu kontroversi luas karena dianggap melanggar privasi dan mempersulit akses suporter internasional.

Reaksi Keras dan Ancaman Boikot

Atmosfer menjelang pesta bola di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini terasa kurang kondusif akibat serangkaian kebijakan Presiden Donald Trump. Mulai dari larangan perjalanan hingga retorika politik yang tajam, banyak negara peserta merasa tidak nyaman dengan situasi keamanan yang dijanjikan tuan rumah utama.

Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bola.com, sejumlah negara seperti Jerman, Belanda, dan Inggris dilaporkan menerima desakan petisi untuk memboikot turnamen tersebut. Bahkan, kelompok suporter Denmark secara serius mempertimbangkan untuk tidak hadir di stadion sebagai bentuk protes terhadap prosedur masuk yang dinilai berlebihan.

Syarat ESTA dan Pemeriksaan Riwayat Digital

Bagi pelancong dari negara peserta Visa Waiver Programme seperti Inggris dan Jerman, izin masuk melalui Electronic System for Travel Authorisation (ESTA) adalah syarat mutlak. Namun, proposal terbaru pemerintah AS kini mewajibkan pelamar untuk mencantumkan seluruh akun media sosial yang digunakan dalam lima tahun terakhir.

“Kami hanya ingin orang datang ke sini dengan aman. Kami menginginkan keamanan,” tegas Presiden Trump. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada individu berbahaya yang masuk ke negaranya selama perhelatan akbar berlangsung.

Potensi Masalah Bagi Suporter Vokal

Laporan dari Arc Legal menyebutkan bahwa informasi media sosial tersebut akan diperiksa silang oleh otoritas keamanan AS. Situasi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi suporter yang aktif menyuarakan pandangan politik atau kritik secara daring, karena jejak digital mereka bisa menjadi alasan penolakan masuk.

Meski saat ini laman US Customs and Border Protection menyatakan bahwa pengajuan tanpa akun medsos masih diproses tanpa prasangka negatif, kebijakan ini bisa berubah sewaktu-waktu jelang Juni nanti. Bagi suporter, perjalanan ke Piala Dunia 2026 kini bukan hanya soal tiket pertandingan, melainkan juga lolos dari “sensor” digital imigrasi AS.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *