
Persaingan puncak klasemen Indonesia Super League 2025-2026 semakin memanas menjelang akhir kompetisi. Borneo FC Samarinda saat ini bertengger di posisi kedua dengan selisih 3 poin saja dari Persib Bandung yang kokoh di puncak.
Jika berhasil meraih kemenangan atas Semen Padang pada laga Super League 2025-2026 25 April malam ini di Stadion Segiri, Samarinda. Pesut Etam berpeluang besar menggusur posisi Maung Bandung.
Tekad untuk meraih 3 poin penuh sudah terucap dari seluruh jajaran tim. Skuad Pesut Etam sadar kemenangan ini bukan sekadar menambah poin, tetapi juga memberi tekanan psikologis besar kepada pesaing utama.
Melihat catatan pertemuan kedua tim dalam beberapa musim terakhir, Borneo FC menunjukkan performa yang cukup dominan. Sejak 2015, keduanya telah berjumpa berkali-kali dengan hasil yang bervariasi, namun tim asal Kalimantan Timur lebih sering meraih kemenangan.
Bahkan pada November 2025 lalu, Borneo sukses membawa pulang tiga poin usai menaklukkan Semen Padang dengan skor meyakinkan 2-0. rekor pertemuan lainnya juga menjadi modal psikologis yang kuat bagi tuan rumah.
Pada 12 Agustus 2024, Borneo menang telak 3-1, sementara dua pertemuan di tahun 2019 dan 2017 berakhir dengan kemenangan tipis 1-0. Namun, sejarah juga mencatat bahwa Semen Padang pernah memberikan perlawanan sengit bahkan keluar sebagai pemenang.
Pada 14 Januari 2025, Borneo harus menelan kekalahan di kandang sendiri dengan skor 1-3 yang menjadi salah satu hasil terburuk musim ini. Selain persaingan juara, motivasi tambahan datang dari kondisi klasemen Semen Padang yang masih terjebak di zona bahaya.
Laga kandang menjadi keuntungan besar bagi Borneo FC mengingat dukungan luar biasa dari suporter. Ribuan penonton diprediksi akan memadati tribun stadion dan menciptakan atmosfer yang menggetarkan bagi pemain maupun lawan.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @borneofc.id, dalam laga kontra Semen Padang malam, skuad Borneo FC dalam kondisi fit dan tidak ada cedera serius. Kemungkinan Fábio Araujo Lefundes menurunkan kekuatan terbaiknya. Di sisi lain, Semen Padang akan mengandalkan serangan balik cepat dan kekuatan bola mati sebagai senjata utama di Segiri.
Mereka berharap bisa memanfaatkan momentum ketika lini belakang tuan rumah lengah. Apakah Borneo FC benar-benar bisa menyalip Persib dan menduduki posisi puncak klasemen? Atau justru Semen Padang yang menciptakan kejutan besar?.














Tinggalkan komentar