Buntut Kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026, Fans Inter Milan Beri Semangat ke Alessandro Bastoni 

Redaksi NIS Media

6 April 2026

2
menit
Buntut Kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026, Fans Inter Milan Beri Semangat ke Alessandro Bastoni 
Potret Alessandro Bastoni yang diberikan semangat oleh pendukung Inter Milan (Instagram: @alessandrobastoni)
Promo Siap Allegiant

Stadion Giuseppe Meazza, San Siro dini hari menjadi saksi bisu kebangkitan emosional. Alessandro Bastoni mendapatkan dukungan luar biasa dari para penggemar Inter Milan setelah mengalami periode sulit setelah dituduh menjadi penyebab kegagalan Timnas Italia melaju ke Piala Dunia 2026

Pertandingan sengit antara Inter Milan kontra AS Roma yang berakhir dengan skor 5-2 bagi tuan rumah, menyisakan momen haru. Saat Bastoni harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-58, Interisti memberikan semangat kepada sang pemain yang mendapatkan komentar buruk

Sebelumnya, Alessandro Bastoni sempat menjadi sorotan tajam setelah diusir keluar lapangan pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina. Kartu merah tersebut terjadi di momen krusial, yang kemudian disebut-sebut sebagai biang keladi kegagalan Gli Azzurri. 

Seakan dikambing hitamkan atas kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026 dan kepergian Gabriele Gravina, Gianluigi Buffon, dan Gennaro Gattuso. Cacian dan makian tak terhindarkan memenuhi lini masa media sosial sang pemain. Bahkan membuat presiden Inter Milan buka suara.

“Perlakuan buruk kepada Bastoni sangat memalukan. Dia seolah-olah bersalah atas apa yang terjadi di luar nalar,” kata Marotta, Presiden Inter Milan.

Lebih lanjut, Marotta menegaskan bahwa kegagalan Timnas Italia beberapa waktu lalu adalah bukan disebabkan karena kesalahan Alessandro Bastoni semata. Meskipun membenarkan kesalahan pemainnya, dia menyebut Bastoni sebagai aset Italia.

“Kekalahan Italia berakar pada hal yang jauh lebih dalam. Bastoni tidak pantas mendapatkan perlakuan ini. Dia memang membuat kesalahan dalam hidup. Namun, di Italia semua orang adalah psikolog dan pakar sepak bola. Bastoni adalah aset bagi Inter dan Italia,” tegas Marotta. 

Dikutip Nismedia.id dari Instagram @faktabola, tekanan berat menghampiri Bastoni. Oknum fans timnas Italia menganggapnya sebagai kambing hitam atas kegagalan menuju turnamen akbar empat tahunan tersebut. Sebuah tuduhan yang terasa begitu berat bagi seorang pemain muda.

Namun, dukungan tak hanya datang dari para pendukung setia. Jajaran manajemen Inter Milan juga turut pasang badan membela pemainnya. Mereka memahami betul tekanan yang dihadapi Bastoni, serta pentingnya menjaga mental sang pemain.

Bukan sekedar tepuk tangan meriah, mengiringi langkahnya. Para pendukung juga memberikan hormat berdiri (standing ovation) hingga sang pemain tidak terlihat di lapangan. Ini adalah bukti nyata betapa Interisti berdiri di belakang pemainnya, melewati masa-masa sulit.

Kehangatan San Siro malam itu menjadi oase di tengah badai kritik yang menerpa Bastoni. Ini membuktikan bahwa ikatan antara pemain dan suporter di Inter Milan begitu kuat. Lebih dari sekadar hasil pertandingan, ini adalah tentang solidaritas dan kemanusiaan.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait