Buntut Kontroversi Derby d’Italia, Wasit Federico La Penna Dapat Ancaman Pembunuhan

Buntut Kontroversi Derby d'Italia, Wasit Federico La Penna Dapat Ancaman Pembunuhan
Momen kartu merah kontroversi saat laga Inter vs Juventus. (laman: inews.id)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kontroversi Derby d’Italia antara Inter Milan melawan Juventus pada pekan ke-25 Serie A kini memasuki babak baru yang lebih serius. Wasit Federico La Penna yang memimpin laga panas tersebut melaporkan adanya ancaman pembunuhan yang ditujukan kepadanya.

Keputusan fatal di lapangan membuat sang pengadil menerima teror yang tidak hanya menyasar pribadi, tetapi juga keluarganya. Federico La Penna kini resmi melapor ke pihak kepolisian demi menjamin keselamatan orang-orang terdekatnya.

Kronologi Kartu Merah Kontroversial

Insiden bermula dari keputusan La Penna memberikan kartu kuning kedua kepada bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42. Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bola.net, pengusiran tersebut memicu polemik besar karena tayangan ulang memperlihatkan bek Inter, Alessandro Bastoni, justru melakukan diving untuk memancing pelanggaran. Ironisnya, karena ini adalah kartu kuning kedua, VAR tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi atau membatalkan keputusan tersebut.

Jika wasit lebih jeli melihat aksi simulasi Bastoni, situasi mungkin akan berbeda karena pemain Inter tersebut juga sudah mengantongi kartu kuning. Kesalahan fatal ini diakui kemudian oleh penunjuk wasit Gianluca Rocchi, yang menyebut bahwa La Penna sendiri merasa sangat kecewa dan terpukul atas kekeliruannya dalam mengambil keputusan di laga krusial itu.

Ancaman Serius Dan Langkah Hukum

Reaksi publik pasca pertandingan berkembang ke arah tindakan kriminal yang tak bisa ditoleransi. Berdasarkan laporan media Italia Corriere dello Sport, La Penna menerima serangkaian ancaman pembunuhan secara daring. Teror tersebut dinilai sangat serius karena para pelaku juga mengintimidasi istri dan anak-anak sang wasit, memaksanya untuk menempuh jalur hukum.

Investigasi kini telah dibuka oleh pihak kejaksaan untuk melacak pelaku di balik ancaman tersebut. Sebagai langkah antisipasi, La Penna dipastikan tidak akan bertugas memimpin pertandingan pada akhir pekan ini. Meski demikian, ia masih berpeluang kembali ke lapangan pada putaran berikutnya, kemungkinan besar dalam peran sebagai wasit keempat atau petugas VAR setelah situasi mereda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *