
Cremonese harus menelan pil pahit saat menjamu Lazio dalam laga pekan ke-35 Serie A 2025-2026 di Stadion Giovanni Zini pada Senin, 4 Mei malam. Tim tuan rumah sebenarnya sempat unggul lebih dulu, namun akhirnya kalah dengan skor 1-2 setelah kebobolan dua gol di babak kedua.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal, kedua tim saling serang untuk mencari celah di pertahanan lawan. Lazio yang tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, namun Cremonese mampu membalas dengan serangan balik yang cepat dan berbahaya.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-29 melalui Federico Bonazzoli. Penyerang itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak terjangkau oleh penjaga gawang lawan, membuat bola bersarang di sudut kanan gawang. Gol ini membuat suasana stadion semakin riuh dan membakar semangat pemain tuan rumah untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Penjaga gawang Cremonese berdarah Indonesia, Emil Audero tampil cukup tangkas sepanjang babak pertama dan berhasil menangkis beberapa tembakan berbahaya dari pemain Lazio. Dirinya berhasil menjaga gawangnya tetap bersih hingga turun minum.
Situasi berubah pada menit ke-53 saat Gustav Isaksen berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pemain sayap kanan asal Denmark itu menerima umpan matang dari rekannya, lalu melepaskan tendangan tajam yang menembus gawang Audero. Gol ini mengubah jalannya pertandingan dan membuat Lazio semakin percaya diri untuk melancarkan serangan lanjutan.
Setelah gol penyama kedudukan, Lazio semakin mendominasi permainan dan menekan pertahanan Cremonese. Pemain tuan rumah tampak mulai lelah dan kesulitan untuk mengembalikan bola ke daerah lawan. Berbagai peluang pun tercipta di depan gawang Cremonese, namun Audero masih mampu menahan beberapa tembakan berbahaya hingga masa normal berakhir.
Drama terjadi di masa tambahan waktu saat Tijjani Noslin mencetak gol kemenangan bagi Lazio pada menit ke-90+2. Dikutip Nismedia.id dari akun Instagram @official_sslazio, pemain asal Belanda itu melepaskan tembakan melengkung dari sisi kiri kotak penalti yang sulit dijangkau oleh Audero, membuat skor berubah menjadi 2-1.
Setelah gol kemenangan itu, Cremonese tampak kehilangan semangat dan tidak mampu lagi melakukan perlawanan yang berarti. Pemain Lazio pun bermain lebih tenang dan mengendalikan ritme permainan hingga wasit meniup peluit akhir. Kemenangan ini membawa Lazio naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan perolehan 51 poin.
Sementara itu, Cremonese masih tertahan di peringkat ke-18 dengan 28 poin, terpaut empat angka dari posisi yang aman dari degradasi. Tim ini harus bekerja lebih keras lagi di sisa pertandingan yang ada jika ingin tetap bertahan di kasta tertinggi liga Italia pada musim depan.














Tinggalkan komentar