
Krisis besar sedang melanda FIFA pasca rencana kontroversial yang digagas oleh pemimpin tertingginya. Gianni Infantino kini berada di posisi yang sangat sulit seiring banyaknya pihak yang mulai menarik dukungannya.
Rencana tersebut awalnya berbentuk penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta. Langkah ini langsung memicu kemarahan meluas di kalangan federasi sepak bola dunia. Bahkan, UEFA dikabarkan siap memboikot FIFA jika kebijakan itu dipaksakan.
Tekanan yang luar biasa akhirnya memaksa Gianni Infantino untuk mengalah dan membatalkan rencana tersebut. Namun, langkah mundur ini terlambat untuk memulihkan hubungan yang sudah retak.
Banyak anggota menyatakan telah kehilangan kepercayaan mutlak terhadap kepemimpinannya, termasuk Konfederasi Sepak Bola Asia yang menuntut audit tata kelola secara mendesak.
Dikutip Nismedia.id dari media The Independent, situasi semakin memburuk seiring sejumlah tokoh penting di balik layar ikut angkat bicara. Mulai Mattias Grafstrom hingga presiden Federasi Sepak Bola Yordania secara terbuka menuduh Infantino melakukan praktik pemerasan.
Kini, Gianni Infantino terpaksa memanggil para pejabat senior untuk mengadakan pertemuan krisis di Maroko pada tanggal 5 Agustus mendatang. Langkah ini diambil ketika lingkaran pendukungnya semakin menyusut akibat gelombang kritik yang tak kunjung usai.
Penasihat lamanya, Carlos Cordeiro memilih mundur sebagai bentuk protes, sementara kepala operasional menuduhnya menipu staf. Dukungan politik juga terus merosot hingga ke tingkat pemerintahan di berbagai negara.
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menegaskan bahwa Infantino bukan sosok yang tepat memimpin organisasi ini. Penarikan dukungan resmi juga telah dilakukan oleh asosiasi Wales dan Swedia, dengan Inggris disebut-sebut akan segera menyusul.
Meskipun dihujani seruan untuk mundur, presiden asal Swiss-Italia ini dikabarkan tetap bertahan pada posisinya. Federasi anggota lain berupaya menggulingkan kekuasaannya melalui jalur prosedural.
Salah satu momen krusial jatuh pada 14 Agustus, di mana FIFA akan mengambil keputusan terkait penilaian independen mengenai format Piala Dunia berisi 64 tim. Dokumen rencana yang muncul secara tak terduga ini mempercepat pembahasan ekspansi turnamen paling lambat 7 Agustus.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Infantino untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara kecil. Namun, situasi hukum dan kelembagaan terus bergerak cepat menuju Kongres Luar Biasa yang rencananya digelar 23 September sebagai pintu masuk pengajuan mosi tidak percaya.
UEFA sedang meninjau mekanisme bagi anggotanya untuk memicu mosi tersebut melalui dukungan 43 asosiasi. Meski demikian, langkah besar ini tidak akan diambil kecuali terdapat kepastian kemenangan dari mayoritas 211 anggota pada tanggal 23 November mendatang.
Peta kekuatan untuk pemilihan presiden berikutnya pada Maret 2027 mulai terlihat. Tenggat waktu pendaftaran calon ditetapkan pada 18 November. Nama-nama seperti presiden UEFA dan ketua Qatar Sports Investment sempat beredar, namun keduanya disebut tidak berminat.
Sementara wakil presiden FIFA sekaligus presiden CONCACAF, Victor Montagliani dikabarkan mulai menyiapkan langkah untuk maju. Jika mosi tidak percaya diajukan dan disetujui pada kongres November nanti, Infantino akan kehilangan kekuasaan seketika.














Tinggalkan komentar