
Duel raksasa Liga Italia antara AC Milan dan Juventus berakhir imbang tanpa gol di Stadion San Siro pada 27 April 2026 dini hari WIB. Kedua tim saling bermain agresif sejak menit awal demi meraih 3 poin namun pertandingan ini berakhir skor 0-0.
Babak pertama berjalan dengan tempo tinggi meski minim penyelesaian akhir yang mematikan. Juventus sempat bersorak saat Khephren Thuram berhasil membobol gawang Mike Maignan pada menit ke-36. Namun, kegembiraan itu pupus setelah wasit menganulir gol tersebut lewat tinjauan VAR karena pemain tersebut dinilai berada dalam posisi offside tipis.
Memasuki babak kedua, AC Milan mulai mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Alexis Saelemaekers nyaris menjadi pahlawan saat tembakannya keras dari dalam kotak penalti hanya membentur tiang gawang pada menit ke-51. Bola memantul keluar, membuat publik San Siro berteriak kecewa.
Beberapa menit kemudian, giliran Rafael Leao yang mencoba peruntungan dengan terobosan individu dari sisi kiri. Ia melewati dua bek lawan sebelum melepaskan tembakan, namun kiper Michele Di Gregorio berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Serangan demi serangan terus dilancarkan, namun benteng pertahanan Juventus tak mampu ditembus.
Dikutip Nismedia.id dari laman resmi acmilan.com, Rossoneri menyesali peluang yang mereka sia-siakan dalam salah satu laga terbesar di sepak bola Italia. Tim asuhan Allegri perlu mempertahankan posisinya di klasemen Serie A 2025-2026. Bahkan perlu memenangkan laga untuk menempati posisi Napoli yang berada tepat di bawah Inter Milan.
Statistik pertandingan menunjukkan AC Milan menguasai bola sebesar 54 persen dan melepaskan 12 tembakan dengan 3 diantaranya tepat sasaran. Sementara Juventus mencatat 10 usaha tembakan dan 2 akurat ke gawang. Perbedaan jumlah peluang ini tak berarti banyak karena kedua kiper tampil dalam performa terbaiknya.
Hasil ini membawa dampak signifikan pada persaingan empat besar klasemen Serie A 2025-2026. AC Milan tetap bertahan di posisi ketiga dengan 67 poin, sedangkan Si Nyonya Tua menempel ketat di peringkat keempat dengan 64 poin. Selisih tiga poin ini membuat persaingan tiket Liga Champions masih sangat terbuka.
Bagi pendukung Rossoneri, hasil ini menjadi pukulan kecil karena mereka berharap bisa memperlebar jarak dari pesaing terdekat. Sebaliknya, Juventus patut bersyukur berhasil mengambil satu poin dari kandang lawan yang terkenal sulit dikalahkan. Semua mata kini tertuju pada jadwal pertandingan pekan depan.
Dengan sisa empat pertandingan lagi, setiap poin akan sangat berharga bagi kedua tim. Pertarungan memperebutkan posisi empat besar diprediksi akan semakin panas dan penuh drama. Akankah Milan atau Juventus yang akhirnya memastikan tempat di Liga Champions musim depan?.














Tinggalkan komentar