Hendro Yap Dan Violine Intan Pecahkan Rekornas Jalan Cepat Asian Games 2026

Hendro Yap Dan Violine Intan Pecahkan Rekornas Jalan Cepat Asian Games 2026
Promo Siap Allegiant

Nismedia.id - Dua atlet jalan cepat Indonesia, Hendro Yap dan Violine Intan Puspita, tampil gemilang dengan memecahkan Rekornas Jalan Cepat Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Kedua wakil Merah Putih tersebut sukses memperbarui catatan waktu nasional pada nomor half marathon putra dan putri.

Hendro finis di peringkat ketujuh nomor putra dengan waktu 1 jam 36 menit 49 detik, sedangkan Intan menduduki posisi kedelapan nomor putri lewat torehan 1 jam 51 menit. Pencapaian ini membuktikan perjuangan maksimal para atlet dalam mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga Asia.

Perjuangan Fisik Hendro Dalam Mempertajam Rekornas Jalan Cepat Asian Games 2026

Keberhasilan pertajaman rekor ini terasa kian istimewa mengingat mepetnya waktu persiapan fisik para atlet setelah mendarat di Jepang. Informasi yang dikutip nismedia.id dari Antara menyebutkan bahwa Hendro baru menginjakkan kaki di lokasi perlombaan dua hari sebelum jadwal pertandingan dimulai.

Meski kondisi fisiknya cukup terkuras, atlet putra Merah Putih tersebut tetap tampil gigih memangkas rekor lama dari catatan 1 jam 37 menit 47 detik. Hasil manis ini menjadi modal berharga sebelum dirinya kembali berjuang pada nomor marathon mendatang.

“Tadi puji Tuhan rekor baru, pengennya sih lebih tajam, tapi ya begitu lah hasilnya tadi, karena masih ada marathon nanti,” kata Hendro.

Keberhasilan Violine Intan Menaklukkan Tantangan Diri

Sementara itu pada nomor putri, Intan juga menunjukkan penampilan luar biasa dengan memangkas rekor nasional sebelumnya dari 1 jam 52 menit 16 detik. Pencapaian tersebut membuktikan konsistensi performa sang atlet di level internasional.

Perjuangan keras di lintasan diakui Intan sebagai ujian mental untuk mengalahkan keraguan dalam dirinya sendiri selama berlomba. Semangat pantang menyerah akhirnya membuahkan hasil manis yang sesuai dengan target dari tim pelatih.

“Setiap perlombaan itu pasti ada tantangan tersendiri ya, terutama lawan terberat saya di sini ini diri sendiri, kayak ‘bisa enggak saya, kuat enggak saya,’ tetapi saya berusaha sekuat saya untuk Indonesia,” kata Intan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *