Jelang Bayern Munchen Vs PSG, Luis Enrique Jadikan Rafael Nadal Motivasi

Redaksi NIS Media

6 Mei 2026

2
menit
Jelang Bayern Munchen Vs PSG, Luis Enrique Jadikan Rafael Nadal Motivasi
Potret Luis Enrique. (barcauniversal.com)
Promo Siap Allegiant

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menegaskan timnya tidak akan bermain pasif jelang Bayern Munchen vs PSG. Duel leg kedua semifinal Liga Champions 2025-2026 ini digelar di Stadion Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.

Meskipun membawa modal kemenangan agregat 5-4, skuad tamu tetap mengusung identitas permainan menyerang. Hasil akhir dari pertandingan krusial ini akan menentukan siapa yang berhak menantang Arsenal di partai puncak.

Ambisi Menyerang

Sang juru taktik menyadari sepenuhnya ancaman besar dari tuan rumah yang bermain di hadapan pendukung sendiri. Oleh karena itu, mentalitas pemenang wajib ditanamkan agar tim tidak sekadar mempertahankan kedudukan, seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com.

“Kami jelas tidak datang ke sini untuk bertahan, kami ingin memenangkan pertandingan,” tegas Enrique.

Ia juga menilai bahwa kubu lawan kali ini merupakan tim terkuat yang pernah mereka hadapi sepanjang musim. Skuad asal Prancis tersebut diharapkan mampu terus mencetak gol tambahan demi memuluskan langkah ke final.

Motivasi Rafael Nadal

Menghadapi tekanan tinggi di Jerman, Enrique menggunakan analogi persaingan petenis Rafael Nadal untuk memotivasi anak asuhnya. Ia ingin tantangan besar ini menjadi pemicu untuk meningkatkan level kompetitif tim secara keseluruhan di atas lapangan hijau.

“Rafael Nadal pernah mengatakan bahwa pada titik tertentu dalam kariernya, pertandingan melawan Roger Federer dan Novak Djokovic menjadi motivasi baginya. Itulah yang kami inginkan,” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, menyoroti agresivitas tinggi dan gaya pressing dari kubu lawan. Ia menginstruksikan pasukannya untuk bekerja ekstra keras serta memaksimalkan setiap ruang kecil guna menembus lini pertahanan.

“Kami berhasil melakukannya melawan PSG beberapa kali di masa lalu dan leg pertama adalah contoh di mana setiap ruang kecil dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Kompany.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait