
Polda Jatim mempertemukan manajemen Persebaya Surabaya dan Arema Malang dalam forum silaturahmi strategis di Ruang Selasar Polda Jatim pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen menjaga kondusifitas jelang laga BRI Super League 2025-2026 di Stadion Kanjuruhan 28 April mendatang.
Pertemuan yang dipimpin langsung Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto ini dihadiri pejabat utama Polda Jatim. Jajaran Kapolres terkait serta perwakilan kedua tim juga turut menghadiri acara tersebut.
Nanang Avianto mengapresiasi kehadiran kedua tim dan menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak. Ia menekankan perlunya menciptakan atmosfer sepak bola yang aman dan berkelas bagi semua pihak.
“Terima kasih kepada Persebaya dan Arema yang telah hadir. Harapan kita, pertandingan sepak bola di Jawa Timur menjadi tontonan yang menarik dan aman, bukan penuh ketegangan, serta mampu mendorong perekonomian daerah,” ujarnya.
Dikutip dari Nismedia.id yang mengutip laman resmi Polres Batu, rapat ini berangkat dari kejadian di Kanjuruhan 2022 silam yang memakan ratusan korban jiwa. Keterlibatan berbagai pihak dianggap krusial untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik.
Nanang Avianto menekankan bahwa rivalitas harus tetap dijaga dalam koridor sportivitas. Semua pihak diharapkan dapat memahami batasan antara persaingan yang sehat dan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.
“Mari kita jaga rivalitas tetap sehat, sehingga setiap pertandingan berlangsung aman dan kondusif,” tegas Kapolda Jawa Timur.
Kapolda Jatim turut mengingatkan pentingnya peran manajemen dan suporter dalam menjaga situasi tetap terkendali. Hal ini termasuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar yang beredar di media sosial. Komunikasi yang baik antara manajemen dan suporter menjadi kunci utama dalam hal ini.
Manajemen Persebaya menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk membina komunikasi dengan para suporter. Mereka berkomitmen untuk selalu memberikan informasi yang akurat dan transparan terkait dengan tim dan pertandingan yang akan datang. Langkah-langkah preventif juga terus dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Presidium Aremania menegaskan komitmen untuk menjaga kondusifitas saat menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan. Mereka menyatakan bahwa tidak akan ada toleransi bagi oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum.
“Aremania siap menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak. Tidak ada toleransi bagi oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum,” tegas perwakilan Aremania.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antar berbagai pihak. Langkah-langkah untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi provokasi juga akan segera diimplementasikan. Semua pihak sepakat untuk mendorong terciptanya budaya sepak bola yang aman, damai, dan berintegritas di Jawa Timur.
Semua pihak berharap agar laga antara Persebaya dan Arema dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh penggemar sepak bola. Kerjasama yang erat diharapkan dapat terus terjaga untuk kemajuan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.














Tinggalkan komentar