Jesus Owono Terancam Hukuman Penjara Usai Insiden Maut di Segunda Division

Jesus Owono Terancam Hukuman Penjara Usai Insiden Maut di Segunda Division
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kiper FC Andorra, Jesus Owono, menjadi sorotan publik sepak bola Spanyol usai insiden benturan fatal yang merenggut nyawa penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel. Kiper berkebangsaan Guinea Khatulistiwa tersebut dituding menjadi penyebab meninggalnya De Miguel saat kedua tim bertanding pada pekan ke-12 Segunda Division. Akibat insiden tragis tersebut, Jesus Owono terancam hukuman penjara jika terbukti melakukan tindakan kriminal di lapangan.

Peristiwa memilukan itu terjadi ketika Owono menerjang De Miguel yang berlari bebas di area tengah lapangan saat berusaha menghalau bola. Benturan keras pada bagian dada membuat penyerang berusia 30 tahun tersebut terkapar hingga harus dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan mengembuskan napas terakhir. Pihak berwenang kini tengah memantau perkembangan kasus tersebut guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

Jesus Owono Terancam Hukuman Penjara dan Investigasi Kepolisian

Insiden berdarah di lapangan hijau tersebut menarik perhatian serius dari Kepolisian Spanyol untuk melakukan tindakan tegas. Berdasarkan laporan Tuttomercato, aparat kepolisian berencana menggelar investigasi mendalam guna mengusut tuntas kronologi kejadian. Kendati demikian, pihak kepolisian masih menunggu keputusan resmi dari Komite Disiplin Spanyol sebelum melangkah ke ranah pidana.

Apabila Komite Disiplin Spanyol menilai ada indikasi tindakan kriminal, kasus ini akan dilanjutkan ke proses hukum kepolisian. Berdasarkan Pasal 142 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Spanyol, pasal tersebut mengatur tentang sanksi kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Aturan tersebut memuat ancaman sanksi fisik maupun denda administratif bagi pelaku.

“Ancaman hukuman penjara satu hingga empat tahun. Namun, jika ditemukan adanya ‘kelalaian yang tidak terlalu berat’, hukumannya berupa denda,” bunyi rincian pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Spanyol tersebut. Ketentuan ini menjadi acuan utama pihak berwenang jika kasus berlanjut ke meja hijau.

Jika tindakan Owono tidak memenuhi unsur kriminal, ia tetap tidak luput dari sanksi tegas di dunia olahraga. Komite Disiplin Olahraga Spanyol berpotensi menjatuhkan sanksi larangan bertanding dalam durasi yang cukup lama. Kiper berusia 25 tahun itu diperkirakan bakal absen sebanyak 4 hingga 12 pertandingan imbas dari pelanggaran fatal yang dilakukannya.

Profil dan Rekor Karier Jesus Owono di Spanyol

Owono merupakan penjaga gawang kelahiran Guinea Khatulistiwa yang telah menetap dan mengasah bakat sepak bolanya di kawasan Basque, Spanyol, sejak masa kecil. Karier olahraganya dihabiskan di Negeri Matador dengan membela klub lokal Antiguoko sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Real Sociedad. Di Real Sociedad, ia sempat menimba ilmu di skuad U-16 guna mematangkan kemampuannya di bawah mistar.

Perkembangan karier Owono terus berlanjut saat ia memutuskan pindah ke Alaves untuk bersaing di level senior. Bersama Alaves, penjaga gawang bertinggi badan jangkung ini berhasil mencatatkan debut resminya di panggung kasta tertinggi Liga Spanyol, LaLiga. Pencapaian tersebut menjadi tonggak sejarah yang sangat membanggakan dalam perjalanan karier profesional sang pemain.

Berkat kesempatan berharga bersama Alaves tersebut, Owono mengukir sejarah sebagai pemain pertama asal Guinea Khatulistiwa yang tampil di LaLiga. Namun, rekor manis yang telah dibangunnya kini terancam ternoda akibat insiden maut di lapangan hijau. Seluruh insan sepak bola kini menanti kepastian sanksi yang akan dijatuhkan kepada sang penjaga gawang.

Sumber: BolaSport

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *