
Kelompok suporter Real Madrid secara masif menandatangani petisi online yang mendesak Kylian Mbappe untuk segera hengkang. Langkah tegas ini dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap tingkat profesionalisme sang bintang yang dinilai terus menurun.
Kemarahan publik memuncak usai beredarnya foto liburan sang pemain di sebuah yacht mewah saat ia masih menjalani masa pemulihan cedera. Situasi ini semakin memanas karena klub terancam menutup musim tanpa raihan gelar mayor.
Klarifikasi Terkait Petisi Kylian Mbappe
Menanggapi gelombang protes yang tanda tangannya hampir menyentuh angka dua juta orang, perwakilan sang pemain akhirnya angkat bicara. Mereka membantah keras tudingan tersebut dan menilai reaksi publik sangat berlebihan, seperti dikutip nismedia.id dari Bolasport.com.
Pihaknya menjamin bahwa mantan penyerang AS Monaco tersebut tetap mematuhi seluruh protokol dari tim medis secara disiplin. Segala aktivitas di luar lapangan dipastikan tidak pernah mengganggu komitmennya dalam proses pemulihan cedera.
“Itu tidak mencerminkan kenyataan tentang komitmen dan kerja keras Kylian setiap hari untuk tim,” ujar perwakilan Mbappe.
Respons Pelatih Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, turut memberikan pandangannya mengenai polemik liburan yang memicu kemarahan pendukung setia mereka. Ia menegaskan bahwa setiap individu di dalam skuadnya memiliki hak penuh atas waktu luang.
Sang juru taktik lebih mengutamakan dedikasi dan kerja keras para pemain ketika bertanding di lapangan hijau. Menurutnya, pondasi kejayaan klub dibangun dari keringat serta konsistensi, bukan sekadar penampilan elegan di luar arena.
“Kami tidak membangun Real Madrid dengan pemain yang mengenakan tuksedo,” kata Alvaro Arbeloa.














Tinggalkan komentar