Kabar Buruk untuk Malaysia! Pearly Tan Resmi Mundur dari Uber Cup 2026 Karena Cedera Punggung

Redaksi NIS Media

16 April 2026

3
menit
Kabar Buruk untuk Malaysia! Pearly Tan Resmi Mundur dari Uber Cup 2026 Karena Cedera Punggung
Potret Pearly Tan yang mundur dari Uber Cup 2026 (Instagram: @_pearlytan)
Promo Siap Allegiant

Pebulu tangkis andalan Malaysia, Pearly Tan memutuskan untuk mengundurkan diri dari Piala Uber 2026. Keputusan berat ini diambilnya setelah mengalami cedera punggung yang mengganggu performanya.

Pearly Tan ini merupakan pasangan ganda putri andalan Malaysia yang berpasangan dengan Thinaah Muralitharan. Sebelumnya, saat pelepasan ke kamp pelatihan di Denmark, pebulutangkis putri ini tidak hadir.

Ketidakhadiran ini memicu tanda tanya besar publik dan banyak yang menerka-nerka terkait kondisi fisiknya. Sang pemain baru mengumumkan kondisinya melalui media sosial resminya seperti dikutip Nismedia.id dari Instagram @_pearlytan.

“Saya dengan tulus meminta maaf atas kekecewaan ini. Saya baru-baru ini mengalami cedera punggung selama turnamen terakhir dan saya menyesal karena cedera saya terjadi lagi,” tulisnya.

Pearly Tan menegaskan bahwa tidak ada keinginan lain di hatinya selain berada di lapangan untuk berjuang demi setiap poin. Ia juga ingin berdiri tegak bersama rekan-rekan setimnya menghadapi setiap pertandingan. Namun, kondisi fisik yang tidak mendukung memaksanya untuk mengambil langkah mundur demi kesembuhan.

Atlet berprestasi ini mengungkapkan alasan mendalam di balik pengunduran dirinya. Ia menyebutkan bahwa masalah punggung ini bukanlah hal baru dan memiliki sejarah yang cukup berat dalam karir olahraganya. Pengalaman masa lalu membuatnya harus lebih berhati-hati dalam menangani kondisi tubuh saat ini.

“Tiga tahun yang lalu, cedera yang sama hampir mengambil segalanya dari saya. Kenangan itu masih ada dalam diri saya dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya abaikan,” tulisnya dengan nada yang sangat emosional. 

Pikiran tersebut terus berputar di kepalanya dengan harapan masih ada jalan lain agar bisa tampil. Sayangnya, realita kesehatan berkata lain sehingga ia harus menerima keputusan yang paling bijak demi masa depannya. Pearly menegaskan bahwa ia bukan tipe atlet yang mudah menyerah atau meninggalkan lapangan begitu saja.

“Siapapun yang mengenal saya, memahami bahwa saya tidak akan pernah meninggalkan lapangan. Saya akan berjuang hingga punggung saya terakhir kali, setiap kali,” tegasnya. 

Namun kali ini, sinyal yang diberikan oleh tubuhnya sangat kuat sehingga ia terpaksa harus mengalah dan beristirahat. Atlet tersebut menyadari bahwa tubuhnya sedang meminta waktu untuk berhenti sejenak dan memulihkan diri. 

Selain faktor medis, Pearly juga mempertimbangkan perasaan orang-orang terdekat di sekitarnya. Ia tidak ingin terus membuat keluarga dan orang-orang terkasih merasa cemas serta khawatir akan kondisinya. Oleh karena itu, keputusan untuk beristirahat total dianggap sebagai langkah yang paling tepat saat ini.

“Jadi sekarang, saya perlu menjaga diri saya dan memberikan waktu yang diperlukan tubuh saya untuk sembuh,” tambahnya.

Rasa sedih tentu mendalam karena ia tidak bisa berdiri di samping rekan setimnya dan melewati perjalanan turnamen ini bersama-sama. Pearly memohon maaf sekali lagi karena tidak bisa hadir untuk berjuang bersama seluruh skuad di ajang tersebut. Dukungan dari para penggemar menjadi kekuatan besar yang sangat ia hargai selama ini.

“Terima kasih, semuanya, atas kebaikan dan dukungan kalian. Ini benar-benar berarti banyak bagi saya,” tutupnya

Tinggalkan komentar

Berita Terkait