Kawan Jadi Lawan? Erling Haaland: Pertama Kalinya Aku Enggan Bicara dengan Kamu Szoboszlai

Kawan Jadi Lawan? Erling Haaland: Pertama Kalinya Aku Enggan Bicara dengan Kamu Szoboszlai
Kolase momen Dominik Szoboszlai dan Erling Haaland (Instagram: @versus)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pertandingan sengit antara Manchester City melawan Liverpool di Stadion Anfield menyisakan cerita menarik di luar papan skor. Kemenangan tim tamu tidak hanya ditentukan oleh taktik di lapangan, tetapi juga mentalitas para pemain bintang seperti Dominik Szoboszlai dan Erling Haaland.

Terjadi beberapa momen kedua pemain yang pernah membela RB Salzburg. Keduanya saling tarik-menarik lengan baju di lapangan saat pertandingan berlangsung. Bahkan aksi ini membuat Dominik Szoboszlai mendapatkan kartu merah di akhir pertandingan tepatnya di menit ke-90+13.

Momen lain yang paling menyita perhatian penonton adalah interaksi singkat antara  Mac Allister dan Erling Haaland dengan gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai. Kejadian tersebut berlangsung sesaat sebelum pemain asal Norwegia itu mengeksekusi tendangan penalti yang krusial bagi keunggulan timnya.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, seorang jurnalis bertanya mengenai detail percakapan yang terjadi di titik putih tersebut. Mengingat keduanya sempat satu tim saat membela RB Salzburg mulai 2018 sampai 2020 seperti dikutip Nismedia.id dari laman transfermarkt.co.id.

“Apa yang Szoboszlai katakan ke anda sebelum menendang penalti?” tanya media massa kepada Erling Haaland.

Erling Haaland kemudian memberikan jawabannya terkait situasi yang membuat publik penasaran itu. Sambil mengenang situasi yang sangat menegangkan di atas lapangan hijau tersebut, penyerang Man City menyebut sosoknya tidak ingat apa yang dikatakan mantan rekannya.

“Ia mulai bicara kepadaku dan Mac Allister juga, tapi aku tidak ingat apa yang dia katakan,” ujar Erling Haaland saat menjelaskan upaya provokasi ringan atau pembicaraan singkat dari pemain lawan.

Kondisi Stadion Anfield yang bergemuruh membuat konsentrasi menjadi aset paling berharga bagi seorang eksekutor penalti. Haaland menegaskan bahwa pada detik-detik penting tersebut, ia tidak membiarkan suara apa pun mengganggu fokusnya terhadap bola dan gawang.

Lebih lanjut, Haaland menyebut dirinya lebih memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai penyerang Manchester City daripada mendengarkan celotehan tidak jelas dari mantan rekanya di RB Salzburg.

“Saat itu saya hanya coba fokus agar bisa menjalankan tugas dengan baik untuk tim,” lanjutnya. 

Menariknya, Haaland sempat membalas ucapan Szoboszlai dengan sebuah kalimat yang menunjukkan profesionalisme sekaligus kedekatan mereka. Ia memilih untuk menutup komunikasi sementara demi menjaga integritas persaingan yang sedang berlangsung di lapangan.

“Saya bilang ke dia, ‘ini pertama kalinya aku enggan bicara dengan kamu Szoboszlai’,”tutup Haaland.

Kejujuran Haaland dalam menanggapi situasi tersebut menunjukkan betapa besarnya rasa hormat yang ia miliki terhadap rekan sejawatnya. Meskipun mendapatkan tekanan dari pemain sekaliber Szoboszlai dan Mac Allister, ia tetap mampu menjaga emosinya tetap stabil selama di lapangan.

Hasil akhir pertandingan membuktikan bahwa keteguhan hati Haaland membuahkan hasil positif bagi tim asuhan Pep Guardiola. Keberhasilannya mengeksekusi peluang dari titik putih menjadi salah satu kunci utama kemenangan Man City di markas rival terberat mereka.

Interaksi antara Haaland dan Szoboszlai ini kini menjadi buah bibir di kalangan penggemar sepak bola dunia. Hal ini membuktikan bahwa di balik rivalitas sengit Premier League 2025-2026, masih terdapat sisi kemanusiaan dan sportivitas yang tinggi antar para pemainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *