
Akuatik Indonesia memastikan kesiapan para atlet loncat indah tetap menjadi prioritas utama menuju Asian Games 2026. Ajang Kejuaraan Nasional Akuatik 2026 di Jakarta menjadi tolok ukur penting bagi tim pelatih untuk memantau bakat potensial.
Meskipun masih menunggu kepastian pengiriman kontingen dari pemerintah, program latihan skuad Merah Putih terus berjalan tanpa hambatan. Federasi ingin memastikan performa atlet tetap stabil dan siap berjuang maksimal di ajang internasional.
Menjaga Performa Lewat Kejurnas Akuatik 2026
Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah, Ronaldy Herbintoro, menegaskan bahwa latihan adalah harga mati bagi setiap atlet. Rutinitas di kolam renang tetap menjadi kewajiban agar kualitas fisik dan teknis atlet tidak menurun.
Menurutnya, Kejurnas akan digunakan untuk menyaring nama-nama yang layak masuk ke dalam daftar panjang atau long list, seperti dikutip nismedia.id dari Bola.net. Hasil kejuaraan ini melengkapi data atlet andalan seperti Gladies Lariesa Garina dan Linar Betiliana.
“Kami punya prinsip, ada atau tidak ada pertandingan, atlet harus tetap siap.”
Target Realistis Di Asian Games 2026
Menghadapi persaingan di tingkat Asia tentu menjadi tantangan besar bagi kontingen kebanggaan tanah air. Dominasi kekuatan dari negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan masih menjadi tembok tinggi yang harus dilewati.
Meski untuk meraih podium sangat menantang, Ronaldy tetap optimistis peluang menembus posisi enam besar masih sangat terbuka lebar. Ia menyadari bahwa kematangan mental atlet single event maupun multievent sangat krusial dan harus terus diasah.
“Secara teknik dan fisik kita bisa bersaing, tapi mental itu harus dibentuk lewat pertandingan,” tutup Ronaldy.














Tinggalkan komentar