Ketegangan Kongres FIFA Ke-76, Wakil Palestina Tolak Jabat Tangan Delegasi Israel

Redaksi NIS Media

1 Mei 2026

2
menit
Ketegangan Kongres FIFA Ke-76, Wakil Palestina Tolak Jabat Tangan Delegasi Israel
Momen ketegangan yang terjadi di Kongres FIFA. (reutersconnect.com)
Promo Siap Allegiant

Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/4/2026) diwarnai insiden ketegangan antar delegasi. Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, secara terbuka menolak ajakan untuk berjabat tangan dan berfoto dengan pejabat sepak bola Israel, Basim Sheikh Suliman.

Momen penolakan tersebut terjadi tepat pada acara penutupan kongres usai kedua perwakilan menyampaikan pidato resmi mereka. Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mencoba membujuk agar kedua pihak berdiri bersama dalam satu panggung gagal melunakkan sikap delegasi Palestina.

Tuntutan Keadilan Untuk Palestina

Seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com, Rajoub dengan tegas menyatakan keengganannya karena melihat penderitaan besar yang sedang dialami oleh rakyatnya. Ia menyoroti hancurnya berbagai fasilitas olahraga serta jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan atlet di Gaza.

“Kami sedang menderita.”

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Palestina juga telah mengajukan banding resmi ke lembaga Court of Arbitration for Sport atau CAS. Langkah hukum ini diambil menyusul keengganan FIFA menjatuhkan sanksi tegas terkait keberadaan klub-klub sepak bola Israel di wilayah permukiman kolonial Tepi Barat.

“Saya pikir sekarang adalah waktunya untuk menegakkan keadilan.”

Rajoub juga melontarkan kritik keras terhadap pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan Israel di mimbar kongres. Ia merasa pihak lawan sama sekali tidak memperhatikan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di lapangan.

“Saya menolak berjabat tangan, bagaimana saya bisa berjabat tangan atau berfoto dengan orang seperti itu?”

Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Sebelum insiden penolakan jabat tangan tersebut menyita perhatian, kongres tahunan ini juga membahas agenda penting lainnya. Salah satunya adalah kepastian status partisipasi tim nasional Iran pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.

Infantino mengonfirmasi bahwa Iran akan tetap berlaga di turnamen akbar yang rencananya digelar di Amerika Serikat tersebut. Keputusan ini diambil murni dengan mengedepankan tanggung jawab untuk menjaga semangat persatuan global melalui medium olahraga.

“Alasannya sangat sederhana, teman-teman sekalian, karena kita harus bersatu.”

Tinggalkan komentar

Berita Terkait