
Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) bersama Dewan Liga Eredivisie tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus naturalisasi pemain Timnas Indonesia. Penyelidikan ini berfokus pada status kewarganegaraan dan aturan pekerja asing non-Uni Eropa di kompetisi domestik mereka.
Langkah tegas ini diambil usai adanya nota keberatan resmi dari klub NAC Breda dan TOP Oss. Sembari menunggu hasil investigasi, otoritas sepak bola setempat dengan tegas menolak tuntutan untuk membatalkan atau mengulang pertandingan musim ini.
Imbas Kasus Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia
Hukum negara Belanda yang menggugurkan paspor warga negaranya saat membela negara lain kini menjadi polemik besar. Hal ini memaksa klub mendaftarkan para penggawa Merah Putih, yang tengah berjuang maksimal mengharumkan nama bangsa, sebagai pekerja asing dengan syarat izin kerja dan standar gaji minimum 600 ribu Euro.
“Sembari menunggu hasil investigasi, dewan liga tidak berniat untuk membatalkan pertandingan dari musim ini atau memerintahkan untuk diulang,” tulis keterangan resmi Eredivisie.
Situasi sengketa hukum ini membuat sejumlah klub mengambil tindakan pencegahan demi menghindari sanksi pengurangan poin. Manajer FC Emmen, Menno van Dam, terpaksa mencoret Tim Geypens dari daftar susunan pemain, sementara Direktur Teknik FC Emmen, Nico Haak, menyebut sang pemain sebagai korban dari ketidaktahuan sistem, dikutip nismedia.id dari Kompas.com.
“Kita berhadapan dengan seorang talenta berusia 20 tahun yang melihat seluruh hidupnya hancur,” kata Haak menyoroti nasib pemainnya.
Desakan Pemutihan Di Tengah Kasus Naturalisasi KNVB
Menghadapi ancaman sanksi dan larangan bermain, Direktur Umum N.E.C., Wilco van Schaik, mendesak KNVB segera mengambil langkah penerbitan keputusan pemutihan status secara menyeluruh. Ia beralasan bahwa pihak klub mendaftarkan pemain tanpa intensi memanipulasi regulasi, melainkan karena instansi pemerintah tidak pernah mengeluarkan teguran sebelumnya.
“Tidak ada satu pihak pun yang melakukan ini secara sadar dengan cara memanipulasi, kami semua tidak menyadarinya,” ujar Van Schaik membeberkan kondisi klub.
Direktur Umum Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, juga menyoroti durasi penyelesaian sengketa fast-track yang masih memakan waktu cukup lama. Ia berharap otoritas terkait segera memberikan kejelasan status hukum agar klub dan pemain tidak mengalami kerugian lebih besar saat kompetisi memasuki fase penentuan krusial.














Tinggalkan komentar