
Nismedia.id - Atlet bulu tangkis Denmark, Mia Blichfeldt melayangkan protes keras terhadap kondisi lapangan India open 2026. Atlet ternama tersebut menyayangkan kondisi lapangan yang tidak sesuai internasional bahkan kondisi kebersihannya tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya.
Sebelumnya, wakil tunggal putri Indonesia juga sempat mengeluhkan terkait masalah lapangan selama turnamen India Open 2026. Setelah mengalahkan Michelle Li, Putri Kusuma Wardani mengungkapkan kekurangan fasilitas di Indira Gandhi Sports Complex.
“Sangat dingin dan agak berangin sampai-sampai rasanya seperti ada kabut. Itu sedikit mempengaruhi permainan karena bolanya agak samar,” katanya 13 Januari lalu.
Berbeda dengan Putri Kusuma Wardani yang hanya menyebutkan kendalanya atas kondisi lapangan, peraih medali Olimpiade tersebut menunjukkan beberapa titik pada lapangan Indira Gandhi Sports Complex yang tidak terawat dengan baik.
“Kondisi sangat kotor, banyak yang buang sampah di lapangan. Kebersihan lapangan tidak ada peningkatan dari tahun lalu,” ucap Mia Blichfeldt dalam konferensi pers usai sesi latihan perdana.
Beberapa area bahkan terlihat terdapat puing-puing dan kotoran yang tidak dibersihkan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu penampilan fisik arena tetapi juga berpotensi menjadi masalah kesehatan. Banyak atlet lain yang turut menyaksikan kondisi yang sama dan mengungkapkan kekhawatiran mereka.
Pada penyelenggaraan India Open tahun sebelumnya, para pemain juga pernah mengangkat isu serupa terkait kelayakan lapangan. Namun, tampaknya tidak ada tindakan perbaikan yang signifikan dilakukan oleh panitia penyelenggara.
Para atlet harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak ideal untuk berkompetisi. Banyak yang terpaksa melakukan pemanasan lebih lama dan memeriksa area lapangan sebelum memulai aktivitas. Beberapa bahkan membawa perlengkapan tambahan untuk membersihkan bagian lapangan yang akan mereka gunakan.
Panitia penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan dari Mia Blichfeldt. Tim teknis yang bertugas mengelola lapangan diketahui sedang melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh area pertandingan.
Atlet Denmark ini menegaskan bahwa kondisi kebersihan di Indira Gandhi Sports Complex tidak sesuai standar internasional. Terlebih, India Open merupakan salah satu turnamen penting yang menjadi bagian dari jalur kualifikasi Kejuaraan Dunia.
“Tidak layak untuk Kejuaraan Dunia. Pemain bisa sakit dan cedera,” tegasnya.
Masalah sanitasi dan kebersihan lapangan bukan hanya soal kenyamanan bagi pemain. Faktor tersebut juga berkaitan erat dengan risiko yang mungkin terjadi selama pertandingan. Kondisi kotor dapat mempengaruhi performa dan konsentrasi atlet dalam setiap gerakan yang mereka lakukan.






