
Kelompok suporter Ultras Malaysia resmi mengumumkan pemboikotan terhadap seluruh aktivitas Timnas Malaysia. Keputusan tegas ini diambil sebagai bentuk protes lanjutan atas polemik dugaan pemain naturalisasi palsu di tubuh skuad negeri jiran tersebut.
Aksi boikot tahap awal ini efektif berlaku pada Jumat (1/5/2026) yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh. Kelompok pendukung militan ini memberikan batas waktu hingga Hari Kemerdekaan Malaysia pada 31 Agustus mendatang untuk melihat perubahan nyata.
Tiga Tuntutan Utama Suporter
Dalam aksi protesnya, Ultras mengajukan beberapa poin desakan yang wajib dipenuhi oleh pihak berwenang. Dikutip nismedia.id dari Kompas.com, jika tidak ada respons positif sebelum tenggat waktu yang ditentukan berakhir, mereka mengancam akan memperluas skala boikot ke tahap berikutnya.
Berikut adalah tiga tuntutan utama dari suporter terkait krisis Timnas Malaysia:
- Pencabutan kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi yang terlibat skandal.
- Pengembalian hak pengelolaan tim nasional kepada pihak federasi.
- Perombakan menyeluruh pada sistem persepakbolaan nasional.
“Kita dengan suara bulat memutuskan untuk menerapkan Fase 1 boikot, yang mencakup pemboikotan semua pertandingan yang melibatkan tim nasional Malaysia dengan segera,” bunyi pernyataan resmi Ultras Malaysia.
Dampak Skandal Naturalisasi Palsu
Krisis ini bermula dari temuan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi tujuh pemain asing. Kasus memalukan tersebut telah bergulir panjang hingga ke meja FIFA dan Court of Arbitration for Sport (CAS).
Akibatnya, federasi dinyatakan bersalah dan menerima sanksi berat berupa denda, pembatalan hasil pertandingan, serta larangan bermain bagi pihak terkait. Minimnya kejelasan dari tim investigasi independen semakin memicu amarah suporter untuk menjauh dari tribun stadion.
“Tindakan ini diambil demi masa depan sepak bola Malaysia, masa depan yang lebih bermartabat, terorganisir, dan bertanggung jawab,” lanjut pernyataan resmi suporter tersebut.














Tinggalkan komentar