
Nismedia.id - Lisandro Martinez sukses menunjukkan performa luar biasa saat Manchester United menumbangkan Manchester City dalam laga derby akhir pekan lalu. Bek asal Argentina ini tampil sangat solid menjaga lini pertahanan hingga membuat barisan penyerang lawan kesulitan mencetak gol. Kemenangan ini sekaligus menjadi jawaban telak atas berbagai kritikan tajam yang ditujukan kepada sang pemain sebelumnya.
Sebelum pertandingan dimulai, Lisandro Martinez mendapatkan sorotan negatif dari dua legenda Manchester United yakni Paul Scholes dan Nicky Butt. Keduanya meragukan kemampuan sang bek dalam menghadapi penyerang fisik di kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut. Namun, penampilan disiplin di lapangan membuktikan bahwa kritik tersebut tidak berdasar sama sekali.
Ejekan Balita Kecil Dan Pembuktian Di Lapangan
Kritik pedas sebelumnya muncul dalam sebuah podcast di mana Nicky Butt menyebut Lisandro Martinez akan diperlakukan seperti balita oleh Erling Haaland. Paul Scholes bahkan menambahkan ejekan yang menyebut Haaland akan melempar bek Manchester United tersebut ke dalam gawang setelah mencetak gol. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik karena Martinez berhasil meredam agresivitas tim tamu sepanjang laga.
Dikutip nismedia.id dari Bola.com, Lisandro Martinez tampil sangat disiplin hingga membuat manajer lawan menarik keluar penyerang andalannya lebih awal. Keberhasilan menjaga gawang tetap aman dari kebobolan menjadi bukti bahwa postur tubuh bukan halangan untuk bersaing di Premier League. Manchester United pun akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 2-0 di hadapan publik Old Trafford.
Tantangan Terbuka Dan Kekecewaan Internal Klub
Selepas pertandingan, Lisandro Martinez menantang Paul Scholes untuk menyampaikan kritikan secara langsung di depan wajahnya ketimbang hanya berbicara di televisi. Ia menegaskan bahwa dirinya menghormati mantan pemain yang ingin membantu klub, namun tidak dengan cara memberikan ejekan di media sosial. Martinez mengaku lebih menghargai masukan jujur yang disampaikan secara tatap muka tanpa perlu bersembunyi di balik mikrofon.
Meskipun Paul Scholes merespons tantangan tersebut dengan nada bercanda melalui Instagram story, internal Manchester United dikabarkan merasa tidak senang. Pihak manajemen menilai komentar yang dilontarkan para legenda tersebut lebih bersifat menghina ketimbang memberikan analisis teknis yang konstruktif bagi pemain. Pihak klub berharap para mantan pemain bisa memberikan dukungan positif demi menjaga stabilitas tim di papan atas klasemen.






