
Manajemen Madura United mengambil langkah strategis dengan memindahkan markas tim ke Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Keputusan kepindahan ini akan berlaku hingga kompetisi BRI Super League 2025/2026 berakhir.
Langkah ini menjadi ikhtiar terakhir skuad Laskar Sapeh Kerrab untuk berjuang maksimal keluar dari zona merah degradasi. Tim kebanggaan Pulau Garam tersebut diketahui gagal memetik satu pun kemenangan dalam sebelas laga terakhir mereka.
Upaya Maksimal Dan Semangat Baru Tim
Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, menyoroti kondisi mental tim yang sempat terpuruk akibat rentetan hasil negatif di kompetisi domestik. Berita terkait kepindahan markas secara darurat ini dikutip nismedia.id dari Bola.com.
“Entah apa yang terjadi di musim ini, walaupun sudah bermain baik dengan semangat tinggi, tapi kami selalu diberi hasil yang tak baik.”
“Kami tak akan menyerah dengan upaya yang maksimal. Semoga langit SGB dan Semesta Bangkalan memberikan kemudahan.”
Harapan Dukungan Suporter Di Laga Selanjutnya
Manajer Madura United, Achsanul Qosasi, memastikan proses transisi administratif tim dengan PT LIB dan pihak keamanan telah berjalan lancar. Manajemen sangat berharap kepindahan ini mampu mendongkrak kehadiran suporter jelang laga derby Jawa Timur melawan Persik Kediri pada Sabtu (11/4/2026) mendatang.
“Dukungan suporter juga kami yakini akan menjadi energi tambahan yang sangat berarti bagi para pemain di lapangan.”














Tinggalkan komentar