
Nismedia.id - Manchester United kembali gagal memetik poin penuh dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris 2025/2026. Melawat ke markas Leeds United di Elland Road pada Minggu (4/1) malam, Setan Merah hanya mampu membawa pulang satu poin setelah laga berakhir imbang 1-1. Hasil ini kian mempertegas performa inkonsisten tim asuhan Ruben Amorim di musim ini.
Meski secara klasemen Manchester United hanya terpaut tiga poin dari Liverpool yang berada di empat besar, optimisme publik Old Trafford justru sedang menurun. Alih-alih merayakan progres tim, kabar kurang sedap justru berembus dari internal klub. Ruben Amorim dilaporkan mulai mengalami ketegangan dengan Direktur Olahraga klub, Jason Wilcox, terkait perbedaan pandangan soal taktik dan kebijakan transfer tim.
Ketegangan di Balik Layar Old Trafford
Laporan yang berkembang menyebutkan bahwa Jason Wilcox menginginkan Amorim untuk lebih fleksibel dalam menerapkan taktik. Wilcox menilai pendekatan tiga bek yang selama ini menjadi pakem Amorim sulit berjalan optimal dengan kondisi skuad yang ada saat ini. Di sisi lain, Amorim merasa sistemnya membutuhkan waktu dan dukungan pemain baru yang sayangnya kecil kemungkinan didatangkan pada bursa transfer Januari ini.
Sebagaimana dikutip nismedia.id dari laman Bola.com, kritik juga mengalir deras terkait keputusan Amorim yang menempatkan Bruno Fernandes lebih dalam di lini tengah. Peran ini dianggap “mematikan” kreativitas Bruno sebagai pengatur serangan murni di posisi nomor 10. Ketegangan ini semakin diperparah dengan fakta bahwa Manchester United masih sulit melepaskan diri dari bayang-bayang rekor terburuk mereka musim lalu.
Badai Cedera dan Absennya Pemain Kunci
Tugas Ruben Amorim memang tidak mudah. Saat ini, kekuatan United tereduksi cukup signifikan. Bryan Mbeumo dan Amad Diallo harus absen sementara waktu karena membela negara mereka di ajang Piala Afrika (AFCON).
Belum lagi masalah cedera yang menghantui pemain pilar seperti Kobbie Mainoo, Harry Maguire, hingga Matthijs de Ligt. Kondisi ini membuat rotasi pemain menjadi sangat terbatas di tengah jadwal yang sangat padat. Berikut adalah beberapa faktor yang membuat posisi Manchester United sulit berkembang saat ini:
- Absensi AFCON: Kehilangan daya dobrak dari Mbeumo dan Amad Diallo.
- Krisis Lini Belakang: Harry Maguire dan De Ligt sering absen karena masalah kebugaran.
- Ketegangan Taktis: Debat antara penggunaan formasi 3 bek vs kebutuhan fleksibilitas pemain.
- Minim Belanja: Kabar tidak adanya pemain baru di bulan Januari membatasi opsi manajer.
Persimpangan Jalan Setan Merah
Kini, Ruben Amorim berada dalam tekanan besar. Jika performa di lapangan tidak segera membaik dan friksi dengan manajemen terus berlanjut, masa depan pelatih asal Portugal tersebut di Old Trafford bisa terancam. Manchester United harus segera menemukan titik temu antara filosofi pelatih dan realitas skuad yang ada jika ingin tetap bersaing di papan atas Liga Inggris.






