
Nismedia.id - Kabar mengejutkan datang dari panggung sepak bola internasional terkait masa depan bek muda berbakat, Mathew Baker. Pemain Melbourne City tersebut dilaporkan tengah berada dalam situasi di mana ia dirayu Australia lagi untuk membela tanah kelahirannya, meskipun dirinya sudah memiliki caps bersama Timnas Indonesia senior. Pemain berprospek cerah ini terus menjadi perbincangan hangat mengingat kualitasnya yang menjanjikan di lini pertahanan.
Meskipun mendapat godaan dari federasi negara kelahirannya, penggawa Merah Putih tersebut dilaporkan tetap teguh menolak tawaran itu dan memilih setia bersama Indonesia. Komitmen tinggi yang ditunjukkan sang pemain memastikan langkahnya untuk terus berjuang maksimal membela panji Garuda di berbagai kejuaraan internasional.
Penyebab Mathew Baker Dirayu Australia Dan Keteguhan Sang Pemain
Upaya perserikatan sepak bola Negeri Kanguru untuk menggaet kembali sang talenta muda mencuat ke publik setelah media setempat menyoroti potensi kariernya. Menurut laporan akun media sosial X @AustraliaFut, Mathew Baker dirayu Australia untuk mengaktifkan regulasi one-time switch yang disediakan oleh FIFA. Aturan perpindahan asosiasi tersebut secara teknis mengizinkan seorang pemain muda berpindah kewarganegaraan sepak bola sebanyak satu kali seumur hidup.
Kendati demikian, laporan media tersebut menegaskan bahwa pemain kelahiran Melbourne itu tetap memegang teguh kesetiaannya kepada skuad Merah Putih. Sang bek memilih mempertahankan alasannya untuk membela negara asal ibunya ketimbang memutuskan berpihak ke skuad lawan. Keteguhan sikap sang pemain muda ini langsung memadamkan spekulasi terkait masa depannya di level internasional.
“Respons dari pemain kelahiran Melbourne tersebut adalah tetap teguh membela negara ibunya (Indonesia),” tulis @AustraliaFut dalam keterangan resminya. Keteguhan sikap Baker ini menutup celah kepindahan asosiasi yang sebelumnya sempat mengemuka di kalangan suporter.
Perubahan asosiasi satu kali seumur hidup ini sebenarnya pernah diterapkan oleh pemain keturunan lain, yakni Noha Pohan Simangunson. Eks gelandang Timnas Indonesia U-17 tersebut resmi berganti asosiasi dari PSSI ke Suomen Palloliitto (Finlandia) per 30 September 2026 berdasarkan data FIFA. Namun untuk kasus Baker, sang pemain secara bulat menolak langkah serupa demi melanjutkan pengabdiannya bersama timnas Indonesia.
Rekor Debut Dan Alasan Memilih Skuad Merah Putih
Kesetiaan Baker terhadap skuad Indonesia sejatinya sudah dibuktikan sejak dirinya pertama kali dipercaya tampil di level junior. Pada pertengahan tahun 2024, ia dipercaya memperkuat skuad Indonesia pada ajang Piala AFF U-16 dan sukses menunjukkan penampilan impresif. Kendati sempat mendapat tawaran panggilan dari skuad Australia pada bulan Agustus di tahun yang sama, penawaran tersebut ditolak secara tegas olehnya.
Dalam sebuah wawancara bersama media ABC Australia pada pertengahan Oktober lalu, Baker mengungkapkan alasan mendasar di balik keputusan besarnya tersebut. “Awal mulanya adalah pada tahun 2024 (Piala AFF U-16). Saat itulah saya seperti mengukuhkan posisi saya di dalam tim, Timnas U-16 Indonesia,” kata Baker.
“Pada bulan Agustus, saya mendapat panggilan ke tim Australia. Yang kemudian saya tolak untuk… untuk tetap melanjutkan bersama tim U-16 (Indonesia),” tambahnya.
Puncak dari komitmen sang pemain terjadi saat ia mencatatkan penampilan pertama bersama timnas senior di ajang internasional resmi. Baker melakoni laga debut saat masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-80 menggantikan Rizky Ridho kala Indonesia memetik kemenangan atas Oman pada 5 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Penampilan solid tersebut membuktikan bahwa sang pemain siap berjuang maksimal membawa Indonesia meraih prestasi tertinggi di kancah dunia.
Sumber: BolaSport






