Melampaui Target! Indonesia Juara Umum Bulu Tangkis SEA Games 2025, Raih 10 Medali

Melampaui Target! Indonesia Juara Umum Bulu Tangkis SEA Games 2025, Raih 10 Medali
Potret penerimaan medali bulutangkis SEA Games 2025 (Instagram: badminton.ina)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Indonesia sukses mengukuhkan diri sebagai juara umum cabang olahraga bulu tangkis di SEA Games 2025 dengan total perolehan 10 medali. Pencapaian wakil Tanah Air ini sukses melampaui target awal yang hanya mengincar 2 emas. Secara rinci, Indonesia membawa pulang 3 emas, 3 perak, dan 4 perunggu dari nomor beregu maupun perorangan.

Tim bulutangkis putra Indonesia sukses jadi pemenang nomor beregu SEA Games 2025 usai mengalahkan Malaysia 3-0 di final. Sedangkan, tim putri Indonesia sukses membawa pulang medali perak setelah takluk 1-3 dari tuan rumah Thailand pada partai final beregu.

8 dari 10 medali yang terdiri atas 2 emas, 2 perak, dan empat perunggu didapatkan Indonesia di cabang olahraga (Cabor) bulutangkis merupakan hasil kerja keras atlet-atlet kebanggaan Tanah Air di nomor individual. Delapan medali tambahan berhasil direngkuh atlet-atlet kebanggaan Tanah Air di nomor individual. Dari nomor tersebut, Indonesia sukses meraih dua emas, dua perak, dan empat perunggu.

Sepasang emas di nomor individual berasal dari tunggal putra, Alwi Farhan dan ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani. Alwi Farhan meraih emas usai mengalahkan rekan sesama tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed dengan skor akhir 13-21, 21-8, 21-12. Sementara pasangan Sabar/Reza mendapatkan emas setelah mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-14, 21-17.

Melalui keterangan tertulis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dilansir Nismedia.id melalui laman resminya pbsi.id, pria kelahiran 2005 itu tidak menyangka bisa menyandang gelar sebagai pemenang bulutangkis tunggal putra di SEA Games 2025. Mengingat, sebelumnya banyak momen berat yang ia alami. Namun Alwi Farhan tidak menyerah dengan itu serta mendapatkan banyak dukungan dari orang-orang disekitarnya termasuk pelatih dan psikolognya. 

“Alhamdulillah gelar yang saya tidak pernah sangka bisa datang dan bisa bersama legenda-legenda bulutangkis saat pemberian penghargaan tadi. Ini berkat rezeki dari Allah dan dukungan dari orang tua, pelatih, dan juga psikolog saya yang selalu menemani saya setiap hari. Apalagi sebelum main Sea Games saya mengalami momen-momen yang berat,” tuturnya.

Lebih lanjut, pria 20 tahun itu menegaskan bahwa keberhasilannya itu merupakan buah dari sifatnya yang tidak mudah menyerah setelah melalui fase berat dan masih mau belajar dari kesalahan sehingga bisa menjadi lebih baik di kesempatan yang akan datang.

“Meskipun mendapatkan momen berat, saya cukup mengapresiasi diri saya agar tidak gampang menyerah apapun kondisinya. Saya masih mau survive dan masih mau belajar apapun caranya supaya bisa bertahan sampai detik ini,” imbuhnya.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada rekannya, Zaki Ubaidillah yang ia kalahkan itu. Apalagi usia Ubed yang masih belia namun sudah terlihat mampu bersaing dengan pemain-pemain top. Harapannya, semoga pemain tunggal putra lainnya maupun dirinya bisa memberikan banyak prestasi terbaik untuk Bangsa Indonesia.

“Ubed masih umur 18 tahun tapi kualitasnya seperti pemain yang sudah lama berada di top level itu sangat tidak masuk akal menurut saya. Hari ini mungkin hari saya tapi semoga kedepannya apapun yang dijalani oleh saya dan Ubed juga tim tunggal putra kedepannya bisa menjadi lebih baik,” tutupnya.  

Sementara itu, Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani berhasil mengamankan medali emas di nomor individu usai mengalahkan ganda unggulan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-14, 21-17 hanya dalam dua set. Sabar Karyaman Gutama mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa menampilkan kualitas terbaiknya baik secara individual maupun beregu putra yang keduanya sukses meraih medali emas.

“Pastinya sangat senang dan bersyukur karena kami bisa memberikan penampilan yang terbaik baik itu di individual, baik itu di tim kemarin Ini salah satu berkat yang luar biasa kami bisa masuk tim SEA Games di last minute,” pungkas Sabar Karyaman Gutama

Sabar Karyaman Gutama berharap kemenangannya bisa menjadi motivasi untuk mereka di ajang-ajang badminton selanjutnya. Dirinya juga menyebut tidak menyangka bisa berada di posisi pemenang apalagi wakil dari Malaysia merupakan pasangan yang bagus. Namun, dalam pertandingan tersebut  Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani mengaku hanya tidak ingin kalah di lapangan. 

“Mudah-mudahan ini menjadi tren positif untuk kami dan bisa menjadi motivasi untuk lebih meraih prestasi lain. Apalagi kami benar-benar mulai dari bawah dan tidak menyangka bisa dapat medali emas. Kami tidak menyangka bisa dapat dua medali emas, kami tahu pasangan Malaysia  termasuk pasangan top, hanya saja Kami mencoba untuk tidak kalah di lapangan,” imbuhnya.

Perolehan medali perak untuk Indonesia di nomor individu lainnya ada dari Ana/Trias dan Zaki Ubaidillah yang berhasil menunjukkan kinerja prima meskipun tak mampu menduduki puncak panggung. Sementara itu, empat medali perunggu didapatkan dari Putri Kusuma Wardani, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *