
Sepuluh tahun silam, tepatnya pada musim 2015-2016, dunia sepak bola dikejutkan oleh pencapaian luar biasa Leicester City. Klub yang kini berjuang di papan bawah Liga Champions 2025-2026 dengan 41 poin dari 42 pertandingan.
Klub yang pernah merebut gelar juara Premier League 2015-2016 dengan cara yang sangat dramatis. Kisah sukses tersebut menjadi legenda tersendiri dan dikenal sebagai The Miracle of Leicester. Mereka mengalahkan raksasa-raksasa Eropa yang memiliki anggaran belanja jauh lebih besar untuk menorehkan sejarah abadi.
Namun, waktu berjalan sangat cepat dan nasib sepak bola sering kali berbalik arah secara tak terduga. Di tahun 2025, nasib Leicester City justru sedang berada di titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Klub tersebut tengah berjuang mati-matian di papan bawah klasemen Liga Championship musim ini.
Leicester City saat ini harus bersaing di kasta kedua sepak bola Inggris setelah sebelumnya gagal mempertahankan posisi di kasta utama. Jatuhnya tim berjuluk The Foxes ini tidak terjadi secara mendadak dalam waktu singkat. Dikutip Nismedia.id dari laman premierleague.com, Leicester City bisa mengalahkan Man United 4-2 namun performa mereka mulai tidak konsisten.
Perlahan tapi pasti, posisi mereka di klasemen terus merosot hingga akhirnya masuk ke zona degradasi. Hal ini sangat kontras dengan masa kejayaan mereka yang masih terasa sangat baru di ingatan para suporter. Padahal, tidak lama sebelum kemunduran itu terjadi, mereka masih mampu meraih trofi bergengsi.
Pada musim 2020-2021, Leicester City berhasil keluar sebagai juara Piala FA setelah mengalahkan lawan-lawannya hingga partai final. Kisah serupa juga tengah dialami oleh klub besar lainnya yang memiliki basis fans sangat luas, Tottenham Hotspur. Dulu, tim London ini sering bersaing ketat di posisi papan atas dan kerap menduduki peringkat tiga besar klasemen.
Skuad besutan para pelatih kelas dunia itu dulu menjadi langganan tampil di kompetisi Eropa dan menjadi penantang serius gelar juara. Gaya permainan mereka sering menjadi sorotan positif dan menjadi ancaman bagi tim-tim kuat lainnya.
Situasi saat ini berbanding terbalik dengan masa lalu yang gemilang tersebut. Di kompetisi Premier League musim 2025-2026, Tottenham Hotspurs justru terjebak dalam bahaya dan sedang berjuang keras keluar dari zona degradasi.
Mereka harus bertarung nyawa setiap pekan agar tidak terdegradasi dan mengikuti jejak langkah Leicester City yang sudah lebih dulu terpuruk. Banyak pengamat menyebutkan bahwa manajemen klub dan pergantian pelatih menjadi faktor utama penyebab kemunduran ini.














Tinggalkan komentar