
Nismedia.id - Upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026 di Stadion BMO Field, Toronto. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian pembukaan di tiga negara tuan rumah, sebelum pertandingan perdana antara Kanada melawan Bosnia-Herzegovina.
Penyelenggara menyiapkan konsep pertunjukan yang memadukan kekayaan budaya multinasional dan musik modern. Deretan nama besar diundang untuk tampil menghibur penonton yang hadir maupun yang menonton melalui siaran langsung televisi.
Salah satu sorotan utama adalah penampilan Nora Fatehi, Vegedream, dan Sanjoy yang membawakan lagu resmi turnamen. Ketiga artis itu tampil penuh semangat di tengah panggung yang dihiasi pencahayaan dinamis dan efek visual yang memukau.
Dikutip Nismedia.id dari akun resmi Instagram @fifaworldcup, pertunjukan dirancang untuk menjadi momen yang mengesankan bagi jutaan penonton di seluruh dunia. Namun, sejumlah hal tak terduga justru menjadi perbincangan paling hangat seusai acara berakhir.
Saat mendekati klimaks acara, struktur replika trofi Piala Dunia yang berukuran raksasa mulai dikembangkan dari tengah lapangan. Rencananya, balon udara tersebut akan mengembang sempurna membentuk wujud asli trofi sebagai simbol kemegahan turnamen.
Sayangnya, sistem pengisian udara mengalami gangguan teknis sehingga struktur itu tidak bisa terbentuk secara utuh. Bagian atas trofi tetap mengempis dan terlihat tidak berbentuk sempurna meskipun sudah diberikan waktu lebih lama.
Petugas lapangan akhirnya terpaksa menurunkan kembali replika tersebut ke dasar tanah sebelum waktu yang dijadwalkan. Kejadian ini langsung tertangkap kamera siaran dan memicu reaksi beragam dari penonton yang mengikuti jalannya acara.
Selain masalah teknis tersebut, suasana di dalam stadion juga terasa berbeda dibandingkan pembukaan di Meksiko beberapa hari sebelumnya. Bagian tribun terlihat banyak kursi kosong yang menciptakan kesan ruang yang luas dan sepi.
Pihak penyelenggara belum merilis pernyataan resmi terkait penyebab kegagalan mekanisme pengembangan trofi tersebut. Diduga, masalah itu berkaitan dengan tekanan udara yang tidak stabil pada sistem pengisian balon raksasa itu.
Meski diwarnai sejumlah kendala, upacara pembukaan tetap dilanjutkan hingga selesai dan menjadi bagian sejarah penyelenggaraan Piala Dunia pertama dengan tiga negara tuan rumah.






