
Kepolisian Inggris mencatat sejarah baru dalam upaya pemberantasan barang palsu dengan menyita lebih dari 4.400 jersey replika yang tidak memiliki izin resmi. Operasi bloxwich ini digelar menjelang Piala Dunia 2026.
Langkah tegas ini diambil untuk melindungi hak kekayaan intelektual sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk perdagangan barang ilegal. Razia besar-besaran dilakukan pada Sabtu pagi di salah satu pasar terbuka terbesar yang berlokasi di wilayah Midlands, Inggris.
Lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peredaran barang-barang dengan harga murah, yang kini terbukti banyak menyimpan produk-produk tidak resmi. Petugas kepolisian bekerja sama dengan tim perlindungan merek dagang untuk memastikan setiap barang yang disita melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Dikutip Nismedia.id dari media The Athletic, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa jersey-jersey palsu yang diamankan mencakup berbagai tim sepak bola ternama dari seluruh dunia. Di antaranya adalah tim nasional Argentina, Prancis, Portugal, dan Timnas Inggris.
Tidak hanya jersey tim nasional, produk ilegal tersebut juga menyasar klub-klub besar Premier League serta tim-tim elit dari berbagai liga utama Eropa lainnya. Operasi ini tidak hanya berfokus pada penyitaan barang, tetapi juga melacak jejak jaringan distribusi yang mengedarkannya.
Sejauh ini, satu orang telah diamankan dan ditangkap atas dugaan terlibat dalam pendistribusian barang palsu tersebut. Namun, pihak berwenang kemudian membebaskan tersangka dengan jaminan seraya menyatakan bahwa kemungkinan masih ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini.
Secara finansial, kerugian yang ditimbulkan dari peredaran barang ilegal ini diperkirakan mencapai £400 ribu atau setara dengan sekitar Rp9,2 miliar. Nilai tersebut dihitung berdasarkan harga pasaran resmi produk asli, sehingga menunjukkan betapa besarnya potensi kerugian yang dialami oleh pemegang hak merek.
Barang-barang palsu yang disita umumnya memiliki kualitas yang jauh di bawah standar produk resmi, baik dari segi bahan maupun proses pembuatan. Konsumen yang membeli barang tersebut seringkali merasa dirugikan karena produk cepat rusak atau tidak nyaman digunakan.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa jaringan yang mengedarkan jersey palsu ini sudah beroperasi dalam skala yang luas dan terstruktur. Mereka memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola, terutama menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia, untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.
Upaya pemberantasan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membersihkan rantai pasokan barang-barang olahraga dari elemen ilegal. Berbagai lembaga terkait terus berkoordinasi untuk memperketat pengawasan di titik-titik distribusi, baik di pasar fisik maupun di ruang digital.
Pemegang hak merek dari berbagai tim sepak bola menyambut baik langkah yang diambil oleh kepolisian Inggris ini. Mereka menyatakan bahwa perlindungan terhadap kekayaan intelektual adalah hal yang krusial untuk menjaga keberlangsungan industri sepak bola.














Tinggalkan komentar