
Kompetisi bulutangkis bergengsi Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Tengah 2026 resmi berakhir. Seluruh rangkaian pertandingan di Kudus telah rampung digelar pada Sabtu, 9 Mei dengan dominasi PB Djarum.
Ajang ini berlangsung selama lima hari di GOR Djarum Kudus, menjadi ajang pembuktian bagi atlet-atlet terbaik dari berbagai klub di seluruh Indonesia. Sepanjang kompetisi, suasananya sangat meriah dan penuh persaingan ketat.
Ribuan penonton memadati arena untuk menyaksikan aksi-aksi memukau para pemain, mulai dari babak penyisihan hingga partai puncak. Tidak sedikit laga yang harus ditentukan melalui gim penentuan, membuktikan bahwa kualitas permainan yang ditampilkan berada di level sangat tinggi.
Di akhir perhelatan, PB Djarum Kudus keluar sebagai pemenang utama dengan mengoleksi poin terbanyak. Dominasi ini kembali menegaskan posisi klub asal Kudus itu sebagai pusat pencetak bibit unggul bulutangkis nasional.
Dikutip Nismedia.id dari unggahan akun Instagram resmi @badminton.ina, setelah PB Djarum, ada PB Jaya Raya serta PB Exist dan Gideon Badminton Academy yang menaiki podium sebagai juara.
“Juara umum diraih oleh PB. Djarum Kudus, disusul PB Jaya Raya, PB Exist dan Gideon Badminton Academy,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Salah satu sorotan utama datang dari kategori tunggal dewasa putri, di mana Sausan Dwi Ramadhani sukses meraih gelar juara. Ia menundukkan lawan tangguh Jolin Angelia lewat pertarungan sengit tiga gim dengan skor akhir 21–16, 10–21, dan 21–9 .
Di kategori lain, para atlet PB Djarum juga mendominasi podium juara, mulai dari kategori remaja hingga dewasa, baik nomor tunggal maupun ganda. Prestasi ini semakin mengukuhkan reputasi mereka sebagai klub yang konsisten melahirkan juara.
Posisi kedua ditempati oleh PB Jaya Raya, klub yang dikenal memiliki tradisi panjang dan sejarah prestasi gemilang. Meskipun gagal meraih juara umum, kontribusi poin yang dikumpulkan tetap sangat besar. Beberapa atlet andalan mereka juga sukses membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu di berbagai nomor yang dipertandingkan.
Di urutan ketiga dan keempat berturut-turut ada PB Exist dan Gideon Badminton Academy. Kehadiran kedua klub ini memberikan kejutan tersendiri karena mampu menempati peringkat atas di antara puluhan peserta lain.
Berakhirnya Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Tengah 2026, perhatian kini beralih ke jadwal kompetisi berikutnya. Prestasi yang tercatat di Kudus ini akan menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi seluruh klub dan atlet untuk terus meningkatkan kualitas permainan.














Tinggalkan komentar