
Nismedia.id - Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia. Langkah komersialisasi tersebut menuai penolakan keras dari berbagai pimpinan konfederasi sepak bola regional.
Sebelumnya, wacana pendirian anak perusahaan bernilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp361,6 triliun memicu keprihatinan luas. Struktur baru tersebut dirancang untuk mengelola turnamen empat tahunan dengan menawarkan kepemilikan modal pihak external hingga 20 persen.
Bagian Demokrasi Dan Penjualan Saham Piala Dunia
Menanggapi gelombang kecaman yang muncul, Infantino menegaskan bahwa pelepasan porsi kepemilikan tersebut masih sebatas usulan awal. Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan resminya seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com.
Infantino menilai penguatan sektor komersial merupakan bagian dari tahap perkembangan olahraga modern. Menurutnya, seluruh pihak diberikan ruang terbuka untuk memberikan masukan sebelum keputusan akhir diambil.
“Ini adalah bagian dari proses demokrasi, sebuah proses konsultasi, dan, yang terpenting, ini adalah sebuah kesempatan tetapi bukan sebuah kewajiban, dan, seperti yang saya katakan, ini memulai proses konsultasi,” kata Infantino.
Jaminan Tanpa Campur Tangan Pihak Luar
FIFA selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga olahraga terkaya di dunia dengan pundi-pundi pendapatan utama dari hak siar televisi serta kemitraan komersial.
Meski berniat membuka ruang investasi swasta, Infantino menjamin bahwa penggemar akan tetap ditempatkan sebagai elemen paling penting dalam sepak bola.
“FIFA jelas terus mengatur sepak bola tanpa campur tangan eksternal apa pun,” kata Infantino.
“Dan turnamen unggulan yang diselenggarakannya, seperti Piala Dunia FIFA atau Piala Dunia Wanita FIFA, akan selalu tetap ada,” pungkasnya.






