
Nismedia.id - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) secara resmi memulai program Renovasi Gelora Bung Karno guna menguatkan struktur lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sejak Jumat (30/10/2026). Langkah strategis ini diambil agar stadion kebanggaan tanah air tersebut makin siap menyelenggarakan berbagai agenda olahraga maupun hiburan berskala internasional.
Proyek penguatan struktur area field of play tersebut diproyeksikan bakal berlangsung hingga April 2027 mendatang. Akibat pelaksanaan proyek tersebut, skuad Merah Putih dan klub Persija Jakarta dipastikan harus mengungsi sementara waktu untuk melakoni laga kandang di stadion lain.
Penguatan Struktur Lapangan Dan Dampak Renovasi Gelora Bung Karno
Pekerjaan revitalisasi ini memfokuskan pada peningkatan daya dukung area permainan yang selama ini berada di kisaran 150 hingga 200 kilogram per meter persegi. Penguatan lapisan bawah gawang dan rumput dilakukan guna merespons tren penyelenggaraan konser musik dunia yang kerap menempatkan panggung di area center stage. Tanpa adanya perbaikan menyeluruh, beban panggung raksasa berisiko mengganggu sistem elevasi drainase dan merusak kerataan permukaan lapangan.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menjelaskan tujuan jangka panjang dari proyek revitalisasi tersebut. “Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” ujar Rakhmadi.
Pihak pengelola menegaskan bahwa pengerjaan perbaikan kualitas rumput dan media tanam merupakan bagian dari komitmen jangka panjang. Pengalaman revitalisasi pada tahun 2022 lalu menjadi acuan penting dalam menjalankan tahapan sterilisasi, leveling, hingga perawatan intensif. Langkah cermat ini diambil demi memastikan kondisi lapangan berada dalam performa puncak saat kembali digunakan.
Jadwal Konser Musik Dan Skema Penggunaan Rumput Stadion
Meski area field of play sedang dirombak total, pengelola memastikan sejumlah agenda hiburan besar tetap dapat berlangsung sesuai jadwal. Gelaran konser grup musik BTS pada akhir Desember serta penampilan Westlife pada Januari 2027 bakal disiasati dengan penggunaan grass cover khusus. Penggunaan pelindung tersebut memungkinkan kegiatan non-olahraga tetap berjalan tanpa mengganggu proses pemancangan struktur bawah tanah.
Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, memaparkan teknis penggunaan pelindung rumput selama masa konstruksi. “Semenjak 30 Oktober 2026 ini rumputnya kita kupas untuk melakukan proyek pemancangan sehingga kegiatan olahraganya tidak bisa dilakukan. Tapi untuk kegiatan-kegiatan lainnya masih bisa digunakan,” kata Rofik.
Proses penanaman ulang rumput baru dijadwalkan baru akan dimulai pada akhir Januari 2027 untuk memberikan waktu adaptasi vegetasi secara optimal. Pengelola menargetkan kondisi permukaan tanah sudah benar-benar siap dan matang pada akhir April 2027. Skema waktu tersebut dirancang secara presisi agar tidak mengorbankan kualitas lapangan saat digunakan kembali untuk ajang sepak bola.
Prioritas Utama Pengelola Untuk Skuad Merah Putih
PPKGBK menegaskan bahwa agenda pertandingan tim nasional Indonesia tetap menjadi prioritas paling utama usai seluruh proses pengerjaan rampung. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni laga kandang FIFA Matchday pada Maret 2027, sementara Persija Jakarta juga terpaksa memindahkan markas mereka di kompetisi BRI Super League 2026. Pihak pengelola memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin terburu-buru memberikan kepastian sebelum kondisi rumput benar-benar layak.
Rakhmadi menegaskan bahwa kesiapan fisik lapangan menjadi pertimbangan paling mendasar sebelum memberikan izin penggunaan. “Untuk Timnas juga menjadi salah satu prioritas kami. Kami khawatir kalau terlalu menjanjikan sekarang, sementara tim ingin sangat presisi dan yang terbaik. Maka kita baru bisa lihat mungkin di bulan satu atau bulan dua kepastiannya,” tutur Rakhmadi.
Seluruh tahapan perbaikan fasilitas olahraga megah ini telah dikordinasikan secara intensif bersama Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta PSSI. Jika proses pemulihan di lapangan menunjukkan progres yang lebih cepat dari perkiraan, pengelola siap mendedikasikan penggunaan perdana stadion sepenuhnya untuk mendukung perjuangan timnas Indonesia di kancah internasional.
Sumber: Bola.com






